PANTURA NETWORK -- Sejumlah pedagang di Pasar Mindahan mengaku resah dengan sistem parkir. Alasannya, membuat sepi dan pembeli ogah berbelanja kembali.
Salah satu pedagang, Nor Faizin mengatakan, sistem parkir tidak terstruktur dengan baik. Masuk ke toko satu bayar, lalu pindah ke kios yang lain masih ditarik juru parkir lain.
Menurutnya, sistem penarikan parkir seperti itu bikin pembeli mengeluh. Imbasnya, warga masyarakat yang biasanya berbelanja di Pasar Mindahan ogah kembali.
"Ada (pembeli) bilang begini, 'habis dari toko sana saya bayar parkir, pindah ke sini kok ditarik lagi, aneh'. Pembeli resah, kami kesal karena bikin pasar sepi," papar Nor Faizin, Jumat (16/8/2025).
Selain Nor Faizin, peristiwa ini juga dialami oleh Nikmatul Maula. Pedagang Plastik di Pasar Mindahan ini mengaku resah karena dagangan kian anyep.
Ia menginformasikan, terdapat beberapa pembeli yang melapor peroleh pelayanan tidak menyenangkan. Sebab dipatok tarif parkir sebesar dua ribu di beberapa kios.
"Sudah tidak ada karcis, setiap pindah pakai sepeda motor juga ditarik, nominalnya harus dua ribu, tidak boleh kurang. Untuk parkir saja, kira-kira menghabiskan sampai Rp 6 ribu," ujar Nikmatul.
Sementara itu, Kepala Pasar Mindahan, Fatah Hidayat menghaturkan terimakasih atas laporan sistem parkir di wilayah pengelolaannya.
Pihaknya mengaku, ingin merombak sistem parkir menjadi sekali masuk Pasar Mindahan langsung bayar. Tujuannya supaya membenamkan praktek parkir yang tidak sesuai SOP.
Namun, keinginannya tidak dapat terealisasi, menurut keterangannya, terdapat oknum desa yang mempermainkan sistem parkir di Pasar Mindahan.
"Retribusi parkir tidak pernah masuk dan dilaporkan ke Pasar. Benar ini (tanah) milik desa, tapi sejak tahun 2000 an pengelolaan diambil alih oleh Pemda," kata Hidayat.
Bagi Hidayat, pengelolaan parkir pasar semestinya dikelola oleh Disperindag atau di bawahnya. Supaya pendapatan dari parkir bisa dijadikan fasilitas di lingkungan pasar.
Artikel Terkait
Batik Kasual Warna Alam, Dinkop UKM Jateng : Strategi Baru Sambut Pasar Wisata Lokal dan Internasional
BULOG Jateng Mulai Distribusikan Beras SPHP ke Pasar, Target Capai 158 Ton Hingga Desember 2025
Jepara Aman Soal Beras Oplosan, Satreskrim Polres Jepara Terus Laksanakan Sidak di Pasar Tradisional Maupun Swalayan
Kios Buah Pasar Jepara Satu Kebakaran, Diduga Akibat Konsleting Listrik
Bikin Kondusif dan Ramai Merata, Begini Peran Paguyuban Pedagang Pasar Mindahan