Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Kader PMII Dampingi Desa Miskin di Jawa Tengah

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 11:38 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi sewaktu memberikan sambutan di Pelantikan PKC PMII Jateng, Sabtu (2/8/2025). (Istimewa for Pantura Network)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi sewaktu memberikan sambutan di Pelantikan PKC PMII Jateng, Sabtu (2/8/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk berperan aktif dalam pendampingan desa-desa yang menjadi sasaran pengentasan kemiskinan.

Seruan ini disampaikan Luthfi saat menghadiri pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah periode 2025-2027 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Sabtu (2/8/2025).

Dalam sambutannya, Luthfi menekankan pentingnya keterlibatan kader PMII di seluruh tingkat, mulai dari cabang hingga rayon, untuk berkontribusi dalam mendampingi desa-desa miskin yang terpilih.

Baca Juga: PKC PMII Jateng 2025/2027 Resmi Dilantik, Periode ini Bakal Fokus Tiga Aspek, Apa Saja?

"empatkan sahabat-sahabati ke seluruh bupati dan wali kota. Mereka sudah saya informasikan bahwa mereka akan mendapatkan tugas sebagai pendamping desa, terutama di 10 kabupaten/kota termiskin," ujar Luthfi.

Gubernur Luthfi menjelaskan, desa-desa tersebut akan mendapatkan intervensi secara komprehensif, melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi massa dan mahasiswa.

Dia menegaskan kesanggupan kader PMII Jateng dalam misi ini, dengan harapan dapat menciptakan kerjasama yang solid dalam memerangi kemiskinan.

Baca Juga: Alasan Ahmad Farichin Pilih Wisma Perdamaian Sebagai Lokasi Pelantikan PKC PMII Jateng

"Untuk membangun Jawa Tengah, kita memerlukan semangat kebersamaan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Anda adalah pejuang yang tidak boleh berhenti dan harus terus bergerak," pesannya kepada para kader PMII.

Luthfi memaparkan, persoalan kemiskinan di Jawa Tengah merupakan tantangan yang harus diselesaikan bersama. Saat ini, angka kemiskinan di provinsi tersebut berada di angka 9,48%, menurun dari 9,58% pada September 2024. Indikator utama kemiskinan, menurutnya, mencakup pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, dan rumah layak huni.

“Bantuan yang diberikan terkait indikator pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, dan rumah layak huni harus tepat sasaran. Mahasiswa yang memiliki energi dan visi yang jelas diminta untuk mengawasi dan melaporkan hasilnya setiap tiga bulan sekali untuk dievaluasi," jelasnya.

Baca Juga: Jaga Warisan Budaya, Gubernur Jateng Usul Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah

Luthfi menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah dapat maju secara berkelanjutan.

"Dengan bersama-sama, kita akan mampu menunjukkan bahwa Jawa Tengah bisa maju. Jika kolaborasi itu bisa dilakukan, maka itulah tangan terkepal yang akan maju ke muka," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X