PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengambil langkah berani dengan mengusulkan agar pencak silat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, baik sebagai materi pelajaran maupun ekstrakurikuler.
Pernyataan ini disampaikan Luthfi saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah di Ballroom Poncowati, Hotel Patra, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Menurut Luthfi, seni bela diri yang merupakan warisan budaya Indonesia ini tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga berfungsi sebagai pilar pembangun karakter generasi muda.
Baca Juga: PKC PMII Jateng 2025/2027 Dilantik, Ahmad Farichin Usung Tagline Kolektif Kolaboratif
"Mewakili Pemerintah Provinsi, Dinas Pendidikan kita, mulai besok perintah lisan saya: segera seluruh SMA harus punya materi pencak silat," papar Luthfi.
Gubernur menekankan pentingnya pengurus IPSI Jawa Tengah untuk segera menyusun kisi-kisi atau roadmap yang akan dipasang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Roadmap ini diharapkan mencakup aspek penting seperti teknik, pakaian, materi pengajaran, serta integrasi pencak silat ke dalam kurikulum sekolah.
Baca Juga: Pencurian dan Penganiayaan di Bangsri Ditangkap Polres Jepara, Begini Faktanya
"Kalau bisa besok langsung rapat bareng. Tinggal nanti IPSI segera merapat ke Dinas Pendidikan," ujar Luthfi.
Untuk mendukung pengembangan pencak silat, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi untuk mendirikan padepokan silat yang berstandar nasional dan internasional.
"Padepokan sudah kita siapkan beberapa alternatif lahan, tinggal IPSI memilih, luasnya minimal 1 hektare," jelasnya.
Baca Juga: Tingkatkan SDM Lembaga Pers Mahasiswa, UM Kudus Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Videografi
Ia menambahkan, hubungan antara pencak silat dan Jawa Tengah sangat kuat, mengingat sejarah panjang yang mengaitkan keduanya.
Pihaknya berharap langkah ini tidak hanya meningkatkan prestasi para atlet pencak silat di Jawa Tengah, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai luhur pencak silat kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IPSI, Sugiono mengapresiasi inisiatif Gubernur untuk memasukkan pencak silat ke dalam kurikulum.
Artikel Terkait
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jepara Andi Andong Pastikan 47 Ruas Jalan Jepara Mulus Tahun 2026, Kaliaman - Bondo Dianggarkan Rp 4,9 Miliar
Siswa SD Dabin III Jepara Pamer Karya dan Pentas Seni, Edi Utoyo Dorong Guru Lebih Kreatif Dan Inovatif
Tingkatkan SDM Lembaga Pers Mahasiswa, UM Kudus Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Videografi
Pencurian dan Penganiayaan di Bangsri Ditangkap Polres Jepara, Begini Faktanya
PKC PMII Jateng 2025/2027 Dilantik, Ahmad Farichin Usung Tagline Kolektif Kolaboratif