Koperasi Desa Merah Putih di Klaten Siap Berdayakan Ribuan Masyarakat

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 13 Juli 2025 | 23:54 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Jawa Tengah mulai menunjukkan taringnya meskipun peluncuran resmi secara nasional baru dijadwalkan pada 21 Juli 2025.

Salah satu yang paling siap adalah KDMP Bentangan yang berlokasi di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.

Koperasi ini telah mengembangkan enam gerai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan memaksimalkan potensi desa.

Baca Juga: Berkat Sekolah Kemitraan dari Gubernur Ahmad Luthfi, Dua Remaja Asal Kendal Kian Semangat Belajar

Sekretaris KDMP Bentangan, Hari Wibawa, menjelaskan bahwa koperasi ini resmi berdiri setelah musyawarah desa pada 25 Mei 2025, di mana lima pengurus dan tiga pengawas dipilih.

“Setelah itu, kami mendapatkan SK dari Kementerian Hukum pada 3 Juni 2025, dan kini memiliki akta badan hukum,” ungkap Hari saat ditemui di kantor KDMP Bentangan, Minggu (13/7/25).

KDMP Bentangan terletak di Jalan Pakis-Daleman KM4, dan memiliki enam gerai yang masing-masing melayani kebutuhan spesifik, seperti pupuk dan sarana pertanian, kantor pos/logistik, sembako, simpan pinjam, klinik desa, dan apotek desa.

Baca Juga: DPR RI dan BGN Ajak Warga Cilacap Awasi Program MBG, Waspadai Penipuan

Koperasi ini juga dilengkapi dengan sarana transportasi berupa truk untuk mendukung operasionalnya.

“Jumlah anggota kami saat ini mencapai sekitar 1.100 orang. Kami berharap ke depan, semua 2.400 warga dengan KTP Desa Bentangan dapat menjadi anggota koperasi,” tambah Hari.

Ia menegaskan bahwa koperasi ini dibentuk untuk dan oleh anggota, sehingga partisipasi masyarakat sangat penting.

Baca Juga: Jepara Jadi Tuan Rumah Seri Pembuka Aquabike Championship 2025 Lintas Negara

KDMP Bentangan tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan, tetapi juga diharapkan dapat menyerap potensi desa, terutama dalam sektor pertanian, mengingat 60% penduduk desa adalah petani.

“Kami ingin anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bergabung, sehingga mereka bisa mendapatkan bibit dan pupuk dari sini. Setelah panen, gabah bisa diserap koperasi, dan keuntungan akan kembali kepada anggota,” jelas Hari.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam kunjungannya ke KDMP Bentangan, menyampaikan bahwa semua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah sudah memiliki badan hukum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X