"Kami menetapkan Desa Lebak sebagai Juara I, karena memiliki potensi, inovasi, dan mendukung ketahanan pangan,"ujarnya.
Baca Juga: Istimewa, Jateng Raih Penghargaan Indeks Keamanan Pangan Segar 2024
Menurut Gus Hajar, instrumennya penilainnya sesuai Permendagri Nomor. 81 Tahun 2015. Ditambah lagi dengan instrumen lokal bidang pemerintahan, kewilayahan, Kemasyarakatan, inovasi, e-government, dan penyelesaian masalah sosial.
Baca Juga: Banjir Rob Sayung Kian Parah, Ahli Tata Kota UNDIP : Tanggul Laut Jadi Solusi
Dalam mendukung ketahanan pangan, Desa Lebak menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, hingga mewujudkan keberadaan Taman Sari, lahan yang dimanfaatkan untuk menanam sayuran.
Baca Juga: Pastikan Tidak Ada Peserta Didik Titipan, Pemprov Awasi Secara Langsung Tahapan SPMB Jateng 2025
Gotong royong di Desa Lebak masih terjaga dengan baik, seperti bersih-bersih, normalisasi bendungan, dan juga rehab rumah. Di sektor pariwisata, Belik Kaputren dan K-Land menjadi andalan, sehingg menjadi nilai tambah oleh tim penilai.
Artikel Terkait
Banjir Rob Sayung Kian Parah, Ahli Tata Kota UNDIP : Tanggul Laut Jadi Solusi
Istimewa, Jateng Raih Penghargaan Indeks Keamanan Pangan Segar 2024
Baznas Jepara Optimalkan Zakat, Target Perolehan Naik Jadi 15 Miliar di 2025
Kunjungi Bendung Bongpes Gus Wabup Dorong Perbaikan Bendungan Untuk Produktivitas Pertanian dan Daya Tarik Wisata
Bupati Jepara Witiarso Utomo Blusukan Dipesisir Bondo Jepara, Proyeksikan Jadi Sentra Budidaya Rumput Laut, Sekali Panen Tembus Ratusan Juta Rupiah