Berkat Konsolidasi Pengadaan, Pemprov Jateng Efisien Anggaran 30 Persen, Gus Yasin : Kami akan Lebih Optimal

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Kamis, 19 Juni 2025 | 15:37 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Gus Yasin), Kamis (19/6/25). (Istimewa for Pantura Network)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Gus Yasin), Kamis (19/6/25). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemprov Jateng terapkan konsolidasi pengadaan barang dan jasa, hasilnya efisiensi anggaran yang diperoleh Pemerintah hampir menyentuh angka 30 persen.

Pencapaian itu disampaikan oleh Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi sewaktu acara di Kantor Gubernur pada Kamis, 19 Juni 2025.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemprov Jateng, karena menjadi pionir dalam menerapkan konsolidasi pengadaan barang dan jasa. Sebab telah efisien anggaran 20 hingga 30 persen.

Baca Juga: Karena Baru Pertama Kali, Penembak Guru Madrasah Jepara Cuma Dihukum Dua Tahun Penjara

Langkah Pemprov Jateng ini tidak hanya mengurangi pengeluaran, tetapi juga memberikan ruang bagi daerah supaya lebih fokus pada pembangunan lainnya.

"Konsolidasi pengadaan ini sangat penting. Dari catatan kami, efisiensi anggaran yang dicapai oleh Pemprov Jateng hampir mencapai 30 persen," ujar Hendi (sapaannya).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, hasil pemantauan LKPP RI hingga 16 Juni 2025 menunjukkan bahwa kinerja pengadaan di Provinsi Jateng menunjukkan tren yang sangat positif.

Baca Juga: Mas Wiwit Komitmen Wujudkan Zona Integritas

Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) tercatat mencapai 89,1%, yang merupakan angka tertinggi di antara pemerintah provinsi lainnya.

Realisasi belanja PDN Pemprov Jateng mencapai Rp1,696,5 miliar, dengan Kota Semarang sebagai kontributor terbesar, memberikan kontribusi sebesar Rp608,3 miliar.

Dalam hal pengadaan melalui e-Purchasing, Pemprov Jateng mencatat angka 57,4%, dengan nilai realisasi mencapai Rp1,092,8 miliar. Kota Semarang juga mendominasi belanja e-Purchasing dengan total mencapai Rp395 miliar, diikuti oleh Surakarta dan Banyumas.

Baca Juga: Heri Londo Optimistis Sertifikasi Halal Mampu Dongkrak Potensi UMKM Jawa Tengah

"Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya untuk menerapkan strategi yang sama demi peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah," terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus memfokuskan upaya untuk meningkatkan efisiensi pengadaan.

Baca Juga: DPRD Jateng Ajak Komunitas dan Pelaku Usaha Bersinergi Kembangkan Wisata Ramah Muslim

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X