Baca Juga: Tingkatkan Motivasi Hijrah Warga Binaan, Rutan Jepara Gelar Mujahadah dan Maulid Nabi
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa pendekatan pembangunan partisipatif akan terus menjadi prioritas utama dalam pemerintahannya.
“Kami percaya bahwa pembangunan yang baik harus dimulai dari mendengarkan. Program ini bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk komitmen kami untuk hadir, melihat, dan merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat. Setiap aspirasi yang kami dengar akan menjadi pijakan dalam merancang kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara akan terus melanjutkan dan memperluas pelaksanaan program ini sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka menengah. Seluruh aspirasi dan temuan selama 100 hari kerja ini akan menjadi fondasi perencanaan pembangunan Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS).***
Artikel Terkait
Sosialisasi MBG, Komisi IX DPR Ungkap Tujuan Peningkatan SDM dan Kesejahteraan Masyarakat
Serahkan 3.947 SK CPNS dan PPPK, Ahmad Luthfi Terus Tekankan Integritas
69 Ribu Tanah Wakaf di Jateng Tersertifikat, Taj Yasin Dorong Percepatan Penyelesaian
Bupati Jepara Donor Darah Setelah 43 Tahun, Ajak Warga Peduli Ketersediaan Darah
100 Hari Mas Wiwit- Gus Hajar, 166,638 Km di Jepara Mulus, Lebih Aman dan Nyaman Dilewati Warga