PANTURA NETWORK -- Sebagai upaya melestarikan seni ukir khas Jepara, Omah Laut Bondo yang terletak di Pantai Bondo, Jepara, telah meluncurkan program kelas mengukir khusus untuk wisatawan asing yang menginap.
Program yang dimulai setahun lalu ini bertujuan mengintegrasikan konservasi budaya dengan pariwisata, sekaligus menawarkan nilai ekonomi tambahan bagi para perajin lokal.
Pemilik Omah Laut Bondo, Swastika Tenny Ria mengungkapkan, kelas ukir dasar kayu ini memberikan pengalaman unik kepada wisatawan.
Baca Juga: Pemkab Jepara Dorong Sport Tourism di Karimunjawa dengan Event Skala Internasional
"Program ini tidak hanya menawarkan pelatihan praktis menggunakan alat ukir, tetapi juga memberikan wawasan tentang sejarah seni ukir Jepara yang disampaikan oleh Budayawan Jepara, Fahkrudin, yang dikenal sebagai Kang Brodin," jelas Tenny.
Dengan durasi tiga jam, lanjut dia, kelas ini menyediakan panel kayu ukuran 15 x 20 cm dan alat tatah, memungkinkan peserta membawa pulang hasil karya mereka.
"Panel kayu yang kami sediakan praktis dan mudah dibawa dalam koper, menjadikannya suvenir unik dari pengalaman mengukir ini," tambahnya.
Baca Juga: SPSI Jepara Desak Ganti Rugi Pasca Kebakaran di Parkiran Belakang PT HWI
Para pengajar dalam program ini adalah ahli ukir berpengalaman dari Jepara, meskipun jadwal kelas belum teratur dan bergantung pada reservasi tamu.
"Kami berharap dapat menawarkan pengalaman yang berkesan meski perlengkapan belum setara dengan spesifikasi profesional," ujarnya.
Sejauh ini, program tersebut telah menarik wisatawan dari berbagai negara, termasuk Polandia dan Perancis.
Baca Juga: Jumat Curhat di Tahunan, Upaya Polres Jepara Perkuat Hubungan dengan Masyarakat
"Seorang peserta dari Perancis mengungkapkan kekagumannya terhadap program ini, menunjukkan bahwa seni ukir Jepara memiliki daya tarik internasional," imbuh Tenny.
Sementara itu, Budayawan Jepara, Fahkrudin menekankan, pentingnya program ini dalam memperluas apresiasi seni ukir.
Dengan langkah ini, diharap Omah Laut Bondo dapat mendorong konservasi seni ukir Jepara, menghubungkan wisatawan dengan budaya lokal, dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi dan kelestarian budaya setempat.
Artikel Terkait
Penjual Ayam Asal Sragen Sabet Gelar S2 Ilmu Hukum di UNISRI Surakarta, ini Identitasnya
Mobil Sedan di Pati Kebakaran, Ternyata Milik Warga Jepara
Kurang dari 24 Jam, Enam Pelajar SMK di Pati Terlibat Tawuran Akhirnya Ditangkap
Pemkab Jepara Alokasikan Rp800 Juta untuk Perbaikan Jalan Karimunjawa
Puluhan Personel Polisi Siaga Amankan Festival Skydive Internasional di Karimunjawa