PANTURA NETWORK -- Anggota dari Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Andang Wahyu Triyanto sebut Bus Rapid Transit (BRT) bisa menjadi solusi di wilayah aglomerasi.
Hal tersebut, ia sampaikan sewaktu melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Di sana, Andang bersama anggota Komisi D lain dan Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah belajar ihwal sistem BRT atau Trans Jatim.
"Membangun sistem terpadu yang menghubungkan Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto, dan Sidoarjo. Di sana wilayah aglomerasi dan karena ada BRT, kemacetan dapat diminimalisir," papar Andang, Senin (20/1/25).
Baca Juga: Percepat Penanganan Longsor di Petungkriyono, Nana Sudjana Minta Operasi Modifikasi Cuaca
Pada kesempatan itu, Andang mengajukan berbagai pertanyaan terkait perhitungan pendapatan daerah dan biaya operasional BRT, mengingat tarif yang ditetapkan masih bergantung pada subsidi pemerintah.
Lantas dijawab oleh Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Ainur Rofiq bahwa tarif Rp 5 ribu untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar belum sepenuhnya menutupi biaya operasional, sehingga subsidi tetap diperlukan.
Meski demikian, Ainur menjelaskan, BRT Trans Jatim mulai beroperasi pada Agustus 2022 dan telah melayani lima koridor utama : Surabaya-Sidoarjo-Gresik, Gresik-Lamongan, Surabaya-Bangkalan, Mojokerto-Surabaya, dan Mojokerto-Gresik.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari
Lebih lanjut, walau BRT Trans Jatim tergolong baru beroperasi, pada tahun 2024 transportasi massal tersebut telah membukukan pendapatan sebesar Rp 20,4 miliar.
"Kebutuhan moda transportasi massal sangat besar, terutama di koridor industri seperti Gresik-Sidoarjo. Masyarakat semakin antusias beralih ke BRT yang menawarkan keamanan, kenyamanan, dan harga terjangkau," ujar Ainur.
Ia juga mengumumkan rencana pengembangan koridor baru untuk tahun-tahun mendatang, termasuk koridor Mojokerto-Sidoarjo dan Surabaya-Sidoarjo via arteri lingkar barat pada 2025, serta koridor Lamongan-Mojokerto dan Mojokerto-Jombang via Ploso pada 2026.
Baca Juga: Immoderma Skin Clinic Buka Cabang ke-6 di Semarang Barat
Kunjungan ini ditutup dengan peninjauan pusat kendali BRT di kompleks Kantor Dishub Jatim, para anggota Komisi D disuguhkan demonstrasi sistem pemantauan real-time yang memastikan setiap aspek operasi BRT terpantau dengan baik.
"Semua terpantau dari sini, kami dapat mengetahui kondisi BRT kapan saja," pungkasnya.
Artikel Terkait
RTLH di Karanganyar : Andang Komisi D Jateng Tegaskan Pentingnya Inovasi dan Pengawasan
Andang Bersama Komisi D DPRD Jawa Tengah Tinjau Peningkatan Jalan Lasem-Sale, Apresiasi Kinerja Pemkab Rembang
Pemprov Jateng Kembali Hadirkan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
Pemprov Jateng Pugar Masjid At-Taqwa, Kapasitas Jadi 1.005 Jemaah
Penjabat Gubernur Jateng Tinjau Banjir Brebes, Salurkan Logistik Kebencanaan Rp478 Juta