Andang dari Komisi D DPRD Jateng Sebut BRT Bisa Jadi Solusi di Wilayah Aglomerasi

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 24 Januari 2025 | 10:49 WIB
BERSAMA : Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Andang Wahyu Triyanto di Surabaya, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)
BERSAMA : Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Andang Wahyu Triyanto di Surabaya, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Anggota dari Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Andang Wahyu Triyanto sebut Bus Rapid Transit (BRT) bisa menjadi solusi di wilayah aglomerasi.

Hal tersebut, ia sampaikan sewaktu melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Di sana, Andang bersama anggota Komisi D lain dan Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah belajar ihwal sistem BRT atau Trans Jatim.

"Membangun sistem terpadu yang menghubungkan Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto, dan Sidoarjo. Di sana wilayah aglomerasi dan karena ada BRT, kemacetan dapat diminimalisir," papar Andang, Senin (20/1/25).

Baca Juga: Percepat Penanganan Longsor di Petungkriyono, Nana Sudjana Minta Operasi Modifikasi Cuaca

Pada kesempatan itu, Andang mengajukan berbagai pertanyaan terkait perhitungan pendapatan daerah dan biaya operasional BRT, mengingat tarif yang ditetapkan masih bergantung pada subsidi pemerintah.

Lantas dijawab oleh Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Ainur Rofiq bahwa tarif Rp 5 ribu untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar belum sepenuhnya menutupi biaya operasional, sehingga subsidi tetap diperlukan.

Meski demikian, Ainur menjelaskan, BRT Trans Jatim mulai beroperasi pada Agustus 2022 dan telah melayani lima koridor utama : Surabaya-Sidoarjo-Gresik, Gresik-Lamongan, Surabaya-Bangkalan, Mojokerto-Surabaya, dan Mojokerto-Gresik.

Baca Juga: Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

Lebih lanjut, walau BRT Trans Jatim tergolong baru beroperasi, pada tahun 2024 transportasi massal tersebut telah membukukan pendapatan sebesar Rp 20,4 miliar.

"Kebutuhan moda transportasi massal sangat besar, terutama di koridor industri seperti Gresik-Sidoarjo. Masyarakat semakin antusias beralih ke BRT yang menawarkan keamanan, kenyamanan, dan harga terjangkau," ujar Ainur. 

Ia juga mengumumkan rencana pengembangan koridor baru untuk tahun-tahun mendatang, termasuk koridor Mojokerto-Sidoarjo dan Surabaya-Sidoarjo via arteri lingkar barat pada 2025, serta koridor Lamongan-Mojokerto dan Mojokerto-Jombang via Ploso pada 2026.

Baca Juga: Immoderma Skin Clinic Buka Cabang ke-6 di Semarang Barat

Kunjungan ini ditutup dengan peninjauan pusat kendali BRT di kompleks Kantor Dishub Jatim, para anggota Komisi D disuguhkan demonstrasi sistem pemantauan real-time yang memastikan setiap aspek operasi BRT terpantau dengan baik.

"Semua terpantau dari sini, kami dapat mengetahui kondisi BRT kapan saja," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X