Kepala UPT Pasar Hewan Antik Choriyah mengatakan, populasi sapi di Temanggung berkisar 19.800 ekor. Vaksinasi pada hewan dilakukan oleh dinas setempat agar hewan terbebas dari PMK, dengan rentang waktu vaksinasi ini adalah enam bulan.
Baca Juga: Jateng Alokasikan Rp67,13 Miliar Dukung Program Makan Bergizi Gratis
“Kami memang ada vaksinasi gratis beberapa waktu lalu, dan vaksinasi ini khusus bagi peternak kecil. Bagi peternak besar, vaksinasi secara mandiri,” ungkapnya.
Choriyah menyampaikan, kasus PMK pada tahun lalu antara lain pada sapi, kerbau, kuda, dan domba atau kambing. Sementara pada tahun ini, baru ditemukan pada sapi.
Ia berharap, tidak ada lonjakan kasus PMK atau, dan PMK segera mereda. Berdasarkan penelusuran, sapi yang terpapar PMK berasal dari Sukorejo dan bukan dari asli Temanggung.
“Kami lakukan desinfeksi pada lalu lintas ternak, seperti di pasar mobil yang masuk dan keluar dilakukan desinfeksi. Ini agar tidak ada (kasus penularan) PMK, serta bisa bunuh virus PMK,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Baznas Jateng Tasharufkan Rp 1,7 Miliar untuk Perbaikan RTLH dan Bantuan Jamban
Jateng Alokasikan Rp67,13 Miliar Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Pemkab Rembang Siapkan Rp200 Juta untuk Sarana Pasar Kreatif Lasem
Pengusaha Rental mobil Jateng-DIY Gelar Doa Bersama dan Galang Dana untuk Korban Penembakan Bos Rental Mobil
Terima Hibah 2 Truk Remise, Pemprov Jateng Bakal Jadikan Kendaraan Pengendali Inflasi