DPRD Jawa Tengah Gandeng Media Tradisional untuk Edukasi Pencegahan Stunting di Semarang

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Senin, 11 November 2024 | 13:45 WIB
DPRD Jawa Tengah Gandeng Media Tradisional untuk Edukasi Pencegahan Stunting di Semarang. (Ist)
DPRD Jawa Tengah Gandeng Media Tradisional untuk Edukasi Pencegahan Stunting di Semarang. (Ist)

Semarang – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia, DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi kebijakan melalui media tradisional di Taman Raya Raden Saleh, Semarang, Minggu (10/11/2024).

Acara ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting, menjadikan masalah ini sebagai bagian dari budaya dan kesadaran bangsa yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok ibu-ibu, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintahan daerah. Acara yang digelar di Gedung lantai 1 Taman Raya Raden Saleh ini menyajikan informasi tentang kebijakan pencegahan stunting yang disampaikan melalui berbagai bentuk media tradisional, seperti pertunjukan dari komunitas Ludruk.

Baca Juga: Semangat Jelang Hari Pahlawan, YBM PLN UIK Tanjung Jati B Salurkan Bantuan Sosial bagi Guru Ngaji dan Jompo Dhuafa di Jepara

Salah satu tokoh yang hadir dalam acara ini adalah Krisseptiana, S.H., M.M., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil 1, yang juga aktif dalam menyuarakan pentingnya pencegahan stunting di daerahnya, menuturkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun generasi sehat dan cerdas di Jawa Tengah.

“Pencegahan stunting harus menjadi bagian dari kesadaran kita sebagai masyarakat. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau lembaga kesehatan saja, tetapi peran masyarakat, terutama ibu-ibu dan keluarga, sangat penting. Media tradisional seperti ini, yang lebih dekat dengan masyarakat di desa-desa, adalah cara yang efektif untuk mengedukasi dan memberikan informasi yang mudah dipahami,” ujar Krisseptiana.

Selain itu, dalam acara ini hadir pula Wida, seorang peserta yang juga merupakan anggota Forum Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kota Semarang. Sebagai aktivis yang bergerak langsung di lapangan, Wida memberikan pandangannya mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Baca Juga: Dorong Sinergi dan Semangat Nasionalisme Jelang Peringatan Hari Pahlawan, PLN UIK Tanjung Jati B Implementasikan Lewat Media Gathering

“Sebagai anggota Forum PPKBD, saya selalu mendorong agar setiap keluarga di tingkat desa memperhatikan pentingnya gizi yang baik untuk anak-anak. Penggunaan media tradisional seperti ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama para ibu.” terangnya.

“Kami sering melakukan pertemuan di tingkat desa dan berupaya melibatkan masyarakat secara langsung dalam pencegahan stunting. Program seperti ini sangat mendukung kami dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga mengenai pentingnya pola makan sehat dan pemberian ASI eksklusif.” tambahnya.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting. Dengan sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pencegahan stunting bisa menjadi bagian dari budaya bangsa yang peduli terhadap masa depan generasi penerus.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X