Simposium Best 2024: Menggugah Wacana Kebebasan Beragama Bersama Tokoh Perempuan Inspiratif Indonesia

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 5 November 2024 | 22:43 WIB
KOLASE : kumpulan narasumber yang akan meriahkan Simposium Best di Yogyakarta 14-15 November 2024. (Istimewa for Pantura Network)
KOLASE : kumpulan narasumber yang akan meriahkan Simposium Best di Yogyakarta 14-15 November 2024. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Simposium Best (Beda Setara) akan menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Festival Beda Setara (Fest Best), yang akan digelar pada 10-16 November 2024. Acara ini menjadi forum penting bagi diskusi seputar kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB), melibatkan berbagai kalangan mulai dari akademisi, praktisi, perwakilan pemerintah, hingga tokoh agama.

Dengan tema besar "Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan sebagai Kritik Sosial untuk Kewargaan yang Berkeadilan", simposium ini diharapkan mampu menjadi wadah pemikiran konstruktif.

Empat tokoh perempuan berpengaruh akan berbagi pandangan dan pengalaman mereka dalam bidang KBB dan hak asasi manusia. Alissa Wahid, yang dikenal sebagai psikolog keluarga dan putri sulung dari mantan Presiden Indonesia Gus Dur, akan menyampaikan orasi ilmiah. Ia juga merupakan pendiri Jaringan GUSDURian, sebuah jaringan yang berfokus pada moderasi beragama dan toleransi antarumat.

Baca Juga: Simposium Best Yogyakarta: Panggung Diskusi Para Pakar Kebebasan Beragama dan Kritik Sosial yang Membara

Sementara itu, Asfinawati, seorang aktivis hak asasi manusia, akan berpartisipasi sebagai pembicara dalam diskusi bertajuk "Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Janji Konstitusi, dan Silang Kebijakan". Sebagai mantan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), kontribusinya dalam membela hak-hak kelompok minoritas di Indonesia sangatlah signifikan.

Inayah Wulandari Wahid, aktivis dan aktris, akan menyuarakan pandangannya dalam sesi "Suara Komunitas, Perjuangan Menuntut Hak". Terlibat aktif di Jaringan GUSDURian dan Positive Movement, Inayah baru-baru ini menerima penghargaan Apresiasi Perempuan Berpengaruh atas kontribusinya dalam perjuangan hak-hak kaum marginal.

Dewi Candraningrum, seorang aktivis dan seniman, akan turut tampil dalam sesi "Persilangan Ketidakadilan, Kebebasan Beragama, dan Isu Sosial Kritis". Sebagai mantan pemimpin redaksi Jurnal Perempuan, karya-karya Dewi sering kali menggugah kesadaran tentang isu gender dan hak minoritas.

Baca Juga: Profil Lengkap Widodo Cahyono Putro: Dari Ikon Sepak Bola ke Arsitek Taktik di Persijap Jepara

Acara ini akan berlangsung pada 14–15 November 2024 di Convention Hall, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain keempat tokoh tersebut, simposium ini juga akan menghadirkan sejumlah pembicara lainnya seperti Jay Akhmad, Noorhaidi Hasan, dan Ihsan Ali Fauzi, yang siap memberikan wawasan berharga mengenai isu-isu penting yang dihadapi masyarakat saat ini. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X