daerah

Pengasuh Pesantren di Jepara Sepakat: Pseudo Pesantren Harus Ditertibkan, Literasi Pencegahan Kekerasan Diperkuat

Senin, 3 Agustus 2026 | 21:07 WIB
Pengasuh Pesantren di Jepara Sepakat: Pseudo Pesantren Harus Ditertibkan, Literasi Pencegahan Kekerasan Diperkuat (Istimewa for Pantura Network )

Baca Juga: Bhakti Taruna Akpol Digelar di Jepara, DPRD Sambut dan Dorong Pembinaan Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Adapun Nyai Afifah mengingatkan bahwa setiap bentuk takzir atau hukuman terhadap santri harus berada dalam pengawasan pengasuh agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang ataupun praktik balas dendam oleh senior.

Forum juga menegaskan pentingnya penerapan Disiplin Positif, yakni penegakan kedisiplinan melalui pembinaan karakter tanpa kekerasan sebagai bagian dari tradisi pengasuhan pesantren yang rahmah.

Di akhir halaqah, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk terus memperkuat Gerakan Nasional Pesantrenku Aman.

Melalui gerakan ini, RMI PBNU berharap terbangun budaya perlindungan di lingkungan pesantren melalui penguatan tata kelola pengasuhan, literasi hukum, penerapan disiplin positif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pesantren yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.***

Halaman:

Tags

Terkini