Sinergi hulu ke hilir yang berfokus pada pendidikan keluarga, kata Heri, diyakini lebih efektif daripada sekadar distribusi makanan tambahan. Pendekatan ini menyasar akar masalah: kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang gizi.
Heri Pudyatmoko optimistis bahwa dengan kerja bersama yang solid, Jawa Tengah bisa mencapai target penurunan stunting yang lebih ambisius di tahun 2026 dan seterusnya.
“Kita harus bekerja dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Ini investasi untuk masa depan anak-anak Jateng yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.*