Sinergi hulu ke hilir yang berfokus pada pendidikan keluarga, kata Heri, diyakini lebih efektif daripada sekadar distribusi makanan tambahan. Pendekatan ini menyasar akar masalah: kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang gizi.
Heri Pudyatmoko optimistis bahwa dengan kerja bersama yang solid, Jawa Tengah bisa mencapai target penurunan stunting yang lebih ambisius di tahun 2026 dan seterusnya.
“Kita harus bekerja dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Ini investasi untuk masa depan anak-anak Jateng yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.*
Artikel Terkait
Tak Lagi Sekadar Kas Daerah, Ahmad Luthfi Dorong BPD Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Lomba Artikel Mahasiswa Jateng 2026 Dibuka, Total Hadiah Capai Belasan Juta
Pemprov Jateng Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur Santri Lewat Koperasi
Mahasiswa Diminta Jadi Motor Kolaborasi Pembangunan Jawa Tengah
Gubernur Percepat Legalitas Halal demi Dorong Usaha Bakso Lebih Maju