daerah

Bupati Jepara Gandeng Muhammadiyah dan NU, Perkuat Sinergi Wujudkan Jepara MULUS Pasca Idulfitri

Selasa, 7 April 2026 | 19:05 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo sedang berpidato saat Halal Bihalal bersama NU dan Muhammadiyah di Gedung Wanita Jepara, Selasa (7/4/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat dengan menggandeng organisasi keagamaan dalam momentum halal bihalal pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi panggung strategis untuk menegaskan pentingnya peran ulama dalam pembangunan daerah.

Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri acara halal bihalal bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara di Gedung Wanita Jepara, Selasa (7/4/2026).

Acara yang dihadiri tokoh agama, pengurus Muhammadiyah, NU, serta perwakilan lintas agama ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil dan doa, santunan anak yatim, hingga tausiyah keagamaan.

Baca Juga: Banjir Tak Goyahkan Produksi, Jateng Catat Surplus Beras Ratusan Ribu Ton Hingga Maret 2026

Dalam sambutannya, Bupati Witiarso menegaskan bahwa pembangunan Jepara tidak bisa berjalan optimal tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama.

"Jepara tidak dibangun oleh pemerintah saja, melainkan melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat, terutama para ulama dan tokoh agama," ujar Witiarso Utomo.

Ia menekankan bahwa visi pembangunan daerah yang dirumuskan dalam konsep Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius) harus diwujudkan secara konkret, tidak hanya sebatas dokumen perencanaan. Nilai religius, menurutnya, harus tercermin dalam praktik pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga: Di Tengah Banyaknya Hoaks, Media Jadi Penjernih Informasi

Lebih lanjut, Bupati memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang diraih dalam setahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jepara meningkat dari 74,32 pada 2024 menjadi 74,90 pada 2025. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen. Sementara itu, pendapatan per kapita mengalami kenaikan dari Rp32,9 juta menjadi Rp33,93 juta per tahun.

Meski mencatatkan progres positif, Witiarso menilai capaian tersebut belum cukup tanpa dukungan moral dan spiritual dari para ulama.

"Capaian ini tidak akan berarti tanpa doa, arahan, dan pengawalan para kiai serta tokoh agama. Kami berharap Jepara terus dikawal bersama," katanya.

Baca Juga: Bupati Jepara Tancap Gas Pasca Lebaran, Witiarso Utomo Serap Aspirasi Kiai NU-Muhammadiyah di Hari Pertama Kerja

Dalam kesempatan itu, ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

"Jika ada langkah yang perlu diperbaiki atau kebijakan yang perlu disempurnakan, kami sangat terbuka untuk menerima masukan," tegas dia.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Bupati dan Wakil Bupati turut menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Selain itu, keduanya juga berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM yang membuka lapak di lokasi acara dengan membeli produk mereka, sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.

Tags

Terkini