daerah

Air Mata Sukri Berkat Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Ahmad Luthfi

Rabu, 4 Maret 2026 | 14:07 WIB
Air Mata Sukri Berkat Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Ahmad Luthfi (Istimewa for Pantura Network )

SRAGEN – Waktu masih duha saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi tiba di kediaman Sukri di Dusun Plumbon, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen Rabu 4 Maret 2026.

Rumah itu berdinding bambu, di sejumlah bagian dilapisi terpal. Beratap seng. Di sana-sini rangkanya sudah nampak lapuk. Lantainya masih tanah. Di sejumlah ruang digelar alas terpal maupun sisa-sisa baliho.

Saat kedatangan orang nomor satu di provinsi Jateng itu, air muka Sukri tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya, bulir-bulir air matanya menetes, bukan karena sedih, tapi karena haru.

Baca Juga: Jateng Optimalkan Porprov 2026, Tancap Gas Menuju PON 2032

Ya. Haru karena kedatangan Gubernur Jateng, sekaligus haru karena tahu ia bakal mendapatkan bantuan perbaikan rumahnya yang sudah rusak.

Melihat sambutan dari tuan rumah, Ahmad Luthfi menghampiri Sukri. Ia mencoba menenangkan pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu.

“Ini nanti dibangun semuanya, Pak. Dinding, lantai, atapnya semua diganti. Panjenengan nanti bisa tidur di kasur yang lebih empuk. Wis ora usah mikir sedih-sedih,” kata Luthfi.

Luthfi juga memastikan perhatian pemerintah tidak berhenti pada perbaikan rumah saja. Ia meminta jajaran terkait ikut memperhatikan kondisi keluarga Sukri.

Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Perekonomian Desa, Libatkan Ratusan BUMDes dan Koperasi di Jateng

“Kita bantu tidak hanya rumahnya. Kalau anaknya ada yang putus sekolah, kita sekolahkan. Kalau butuh pekerjaan, bantuan sosialnya juga kita dorong,” ujarnya

Mendengar hal itu, Sukri lagi-lagi meneteskan air mata. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya akan mendapat perhatian langsung dari gubernur.

“Alhamdulillah senang sekali. Saya tidak menyangka Pak Gubernur datang ke sini dan saya dapat bantuan seperti ini. Sampai tidak bisa menahan air mata,” ujar Sukri.

Sukri bercerita rumah tersebut telah ditempatinya sejak sekitar tahun 1965. Rumah itu merupakan peninggalan orang tuanya yang kini kondisinya semakin menurun karena keterbatasan ekonomi.

Baca Juga: DPR Tegaskan Dukungan Masyarakat Jadi Penggerak Utama Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

“Saya tinggal di sini sudah lama sekali, sejak tahun 65. Ini peninggalan orang tua. Dulu waktu masih ada orang tua masih mending kondisinya. Sekarang apa adanya karena kerja saya juga serabutan,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini