daerah

Tingkatkan Mitigasi Kebencanaan, Wapalhi Unisnu Jepara Gelar PPGD

Rabu, 31 Desember 2025 | 19:34 WIB
Peserta PPGD dan pelatih dari PMI Jepara di Gedung OPD Bersama Jepara, Sabtu (20/12/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK --Wahana Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (Wapalhi) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara tingkatkan kewaspadaan dan situasi darurat dengan gelar mitigasi kebencanaan di tingkat mahasiswa.

Agenda yang berlangsung di Gedung OPD Bersama Jepara pada hari Sabtu (20/12/2025), Wapalhi Jepara menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara dalam mitigasi kebencanaan, khususnya tenaga medis di situasi darurat.

Panitia acara (Wapalhi), Affa mengatakan, hadirnya mitigasi kebencanaan dalam bentuk Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Tujuannya dapat merespon secara cepat jika terjadi situasi darurat di pelosok daerah.

Baca Juga: Yamaha Classy HangoutDay Kudus, Touring Sekaligus Belajar Kopi

"Kami ingin mencetak relawan mandiri yang mampu memberikan respon cepat sebelum bantuan tenaga medis professional datang," papar Affa.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini, ia menjelaskan, secara spesifik membekali peserta mengenai teknik dasar tanggap gawat darurat. Seperti, korban patah tulang, sesak nafas, dan cara menandu serta membidai.

Lebih lanjut, menurut Affa, pihak mapala turut prihatin dengan banyaknya kasus kecelakaan di gunung maupun sejumlah warga masyarakat yang survival. Maka dari itu, sebagai antisipasi, Wapalhi memberikan edukasi mengenai PPGD.

Baca Juga: Pompa Tenaga Surya Jadi Langkah Awal Atasi Rob di Pesisir Demak

"Di acara PPGD ini dilakukan simulasi, dimana peserta dibentuk kelompok dan diberi satu kasus kecelakaan. Peserta diminta mempraktekkan cara penanganan sesuai materi yang sudah disampaikan dan tetap dipandu oleh pemateri," ungkapnya.

Selain mendapatkan pemahaman teknis, para peserta yang berasal dari kalangan para pelajar, mapala, hingga aktivis kemanusiaan juga mendapatkan sertifikat resmi sebagai bentuk apresiasi dari pihak penyelenggara kegiatan tersebut.

"Diharapkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu terjun langsung saat dihadapkan dengan kasus seperti itu," pungkasnya.

Baca Juga: Iming-Iming Harga Murah di Medsos, Charoen Pokphand Indonesia Ingatkan Bahaya Penipuan

Sebagai informasi, antusiasme peserta terlihat sepanjang acara, dengan dukungan fasilitas berupa makan dan coffe break disela-sela acara. Affa berharap kedepannya para peserta bisa membuka pemahaman mengenai pentingnya pengetahuan penanganan gawat darurat guna meminimalisir kecelakaan yang fatal.

Natasya Dwi Febriani prodi KPI (Kontributor dari mahasiswa Unisnu Jepara Prodi KPI)

Tags

Terkini