daerah

Rehabilitasi Jembatan Banyuputih - Pendosawalan Capai 88,64 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2025

Selasa, 9 Desember 2025 | 09:30 WIB
(Tengah) Bupati Jepara, Witiarso Utomo meninjau progres pembangunan jembatan Banyuputih - Pendosawalan, Minggu (7/12/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Rehabilitasi Jembatan Banyuputih - Pendosawalan terus menunjukkan progres signifikan. Hingga awal Desember 2025, progres pembangunan jembatan Jepara ini telah mencapai 88,64 persen dan ditargetkan selesai maksimal pada 27 Desember 2025. Proyek ini menjadi salah satu proyek infrastruktur Jepara yang paling ditunggu karena menyangkut mobilitas ribuan warga.

Jembatan Banyuputih-Pendosawalan merupakan akses vital penghubung dua desa, sekaligus jalur distribusi bagi sejumlah pabrik besar seperti PT HWI dan Kanindo. Setiap hari, ribuan pekerja dan kendaraan logistik melintas di kawasan ini, sehingga rehabilitasi jembatan dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada Selasa (7/10/2025), Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Kepala DPUPR Jepara Hery Yulianto meninjau langsung lokasi proyek. Setelah melihat perkembangan di lapangan, Bupati optimis pekerjaan dapat selesai tepat waktu.

Baca Juga: Respons Cepat: Gubernur Jateng Beri Solusi Akomodasi dan UKT Mahasiswa Asal Aceh-Sumatera

"Jembatan ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi kebutuhan utama masyarakat. Maka saya minta pekerjaan ini dilakukan sebaik mungkin dan selesai sesuai target," tegas Witiarso, Senin (8/12/2025).

Proyek ini dikerjakan oleh CV. Tri Jasa Tehnik dengan nilai kontrak Rp 3,579 miliar.

Berdasarkan pantauan terkini, badan jembatan telah selesai dicor menggantikan struktur lama yang terbuat dari besi dan mengalami kerusakan. Kini jembatan memiliki spesifikasi baru, panjang 31,8 meter, lebar 6 meter, dan lebar efektif 5,5 meter.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Larang Bupati dan Wali Kota Nglencer Selama Nataru

Tiang penyangga di dua sisi jembatan juga terlihat kokoh. Pekerjaan yang kini dikebut meliputi finishing dan penyempurnaan akses jalan dari arah Banyuputih dan Pendosawalan menggunakan alat berat.

Keberadaan Jembatan Banyuputih-Pendosawalan memiliki peran strategis bagi aktivitas warga. Selain pendidikan dan layanan kesehatan, jalur ini merupakan pintu utama distribusi produk UMKM Pendosawalan yang dikenal sebagai sentra industri busana muslim. Produk kerudung dan baju muslim dari desa ini dipasarkan hingga ke berbagai kota besar di Indonesia.

Menurut Bupati, penyelesaian rehabilitasi jembatan akan memperkuat akses ekonomi masyarakat dan memperlancar logistik.

Baca Juga: Ratusan Bungkus Rokok Ilegal di Jepara Diamankan dalam Operasi Gabungan Tiga Zona

"Akses yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.

Pemkab Jepara menegaskan, pembangunan jembatan Jepara 2025 ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung lahirnya SDM unggul di wilayah Banyuputih dan Pendosawalan. Infrastruktur yang baik diyakini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, mempercepat distribusi barang, serta membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.

Tags

Terkini