PANTURA NETWORK -- Pantai Kartini menjadi saksi lahirnya gelombang baru musik tradisi Indonesia. Sabtu (15/11) malam, Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) Ethno Groove Devanilava : Suara-suara Leluhur dalam Genggaman Gen Z resmi digelar dan menjadikan Jepara sebagai titik tolak kebangkitan musik tradisi berdimensi modern.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon membuka langsung perhelatan bergengsi ini, yang turut dimeriahkan musisi Kill The DJ dan berbagai penampil dari sejumlah kota di Jawa Tengah. Kehadiran mereka menyatukan energi masa lalu dan futurisme dalam satu panggung megah di tepi laut.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan, Jepara bukan hanya terkenal lewat seni ukirnya. Kabupaten ini menyimpan banyak khazanah musik tradisi seperti Kentrung dan Emprak - dua aset budaya yang menurutnya patut mendapat ruang baru melalui sentuhan teknologi dan kreativitas generasi muda.
"Warisan leluhur ini harus dikembangkan, dikolaborasikan dengan teknologi menjadi aset digital. Kita ingin musik tradisi tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia tapi juga dunia," ujar Fadli Zon.
Ia menekankan bahwa kekuatan musik tradisi terletak pada kemampuannya menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan. FMTI disebut sebagai momentum penting untuk membuka jalur baru bagi musik tradisi agar dapat hidup berdampingan dengan kultur populer.
FMTI Jepara menjadi satu-satunya gelaran FMTI di Jawa Tengah. Ajang serupa sebelumnya juga berlangsung di Kalimantan dan Sumatera, sebagai upaya memperluas ekosistem seni tradisi di berbagai wilayah.
Baca Juga: Masak Jam 3 Pagi, Dapur Umum Longsor Cibeunying Siapkan Ribuan Makan Setiap Hari
Acara ini turut dihadiri tokoh nasional, antara lain Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wabup M. Ibnu Hajar, serta berbagai elemen pemerintahan dan komunitas budaya.
Fadli Zon menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus menghadirkan perhelatan yang berpijak pada akar tradisi. Ia mencontohkan tradisi Pacu Jalur asal Riau yang kini mendapat perhatian dunia berkat dukungan tokoh publik internasional, mulai dari atlet hingga sineas Bollywood.
Ia berharap musik tradisi Jepara dapat menapaki jejak serupa. "Kita ingin tradisi Indonesia bisa dikenal luas, tak hanya di dalam negeri tapi juga mancanegara," tegasnya.
Baca Juga: Edwin Soi Impikan Tampil di Borobudur Marathon Sejak Lama
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyambut hangat kehadiran FMTI dan berterima kasih karena Jepara terpilih menjadi tuan rumah. Menurutnya, perhelatan ini sejalan dengan semangat 'Jepara Mulus' yang tengah digaungkan Pemerintah Kabupaten.
"Jepara selalu membuka tangan lebar-lebar dan siap berkontribusi positif dalam memajukan potensi daerah, termasuk dalam tradisi dan budaya," pungkas Mas Wiwit (sapaannya).