Baca Juga: Jateng Siapkan Strategi Nilai Tambah Komoditas Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Suparmi, anggota yang lain mengaku senang karena produksi tusuk sate bisa dilakukan di satu tempat setelah pemenuhan listrik tercukupi.
“Sekarang lebih mudah dan cepat. Dalam seminggu kami bisa menghasilkan lebih dari 100 ribu tusuk sate dibanding dulu paling 25 ribu tusuk,” terangnya.
Dari produksi yang meningkat tersebut, tentu juga membuat pendapatan semakin naik.
Baca Juga: Jateng Tingkatkan Pemanfaatan EBT, Industri Jadi Motor Percepatan
“Alhamdulillah kualitas meningkat, jumlahnya juga lebih banyak,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menyampaikan, bantuan PLTS tersebut seiring dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jateng dalam hal mengentaskan kemiskinan ekstrim.
Dikatakan, hal itu selaras dengan program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Tak Yasin.
Baca Juga: PLTS Atap CCEP Semarang Hasilkan 17% Kebutuhan Energi, Turunkan 1.400 Ton CO2
“Jadi, pemerintah hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini disalurkan untuk usaha mikro kecil dengan anggotanya masuk dalam DTKS,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, kelompok usaha dapat berkembang dan meningkat. Diharapkan pengentasan kemiskinan ekstrim akan terwujud.
Agus mengungkapkan, pihaknya akan terus mengembangkan energi baru terbarukan untuk pemenuhan energi bagi masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Diapresiasi Menteri PKP atas Keberhasilan Sinergi Percepatan Rumah Layak di Jateng
“Masih akan terus kami lakukan untuk berinovasi dalam bidang energi baru terbarukan,” tandasnya. (*)