Kelompok Pengrajin Tusuk Sate Banyumas Dapat Bantuan PLTS dari Pemprov Jateng

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 7 November 2025 | 09:50 WIB
Nampak salah seorang pengrajin tusuk sate di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Kamis (8/11/2025). (Istimewa for Pantura Network)
Nampak salah seorang pengrajin tusuk sate di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Kamis (8/11/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan usaha mikro kecil (UMK) dibuktikan dengan memberikan bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas

Selain memenuhi kebutuhan listrik, bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tusuk sate.

Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mandiri Sejahtera yang terdiri dari sepuluh emak-emak terlihat bersemangat memproduksi tusuk sate berbahan bambu. 

Baca Juga: Rumah Layak Huni Kini Jadi Realita bagi Warga Kudus

Ada yang memotong bambu, membelah, meruncing ujung hingga finishing. Menariknya, mereka sudah menggunakan mesin bertenaga listrik.

Ketua Kube Mandiri Sejahtera, Tutik Ariyani, mengatakan, bantuan PLTS tersebut sangat menunjang produksi tusuk sate, karena proses produksi bisa lebih efisien waktu.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi karena bisa lebih efisien waktu,” katanya, Kamis, 8 November 2025. 

Baca Juga: PLTS Tingkatkan Efisiensi Produksi Tusuk Sate, Pendapatan Kube Naik

Ia menceritakan, pembuatan tusuk sate dulunya dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang lama. Hingga saatnya mereka mendapatkan bantuan mesin dari pemerintah namun masih terkendala listrik.

“Ada dua mesin tapi listriknya gak mumpuni sehingga mesin dibagi di dua tempat,” lanjutnya.

Kendala itu terjawab setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menurunkan bantuan PLTS pada 2025.

Baca Juga: UMKM dan Wisata Halal Dorong Ekonomi Syariah Maju di Jawa Tengah

“Alhamdulillah sekarang ada listrik tenaga surya dari Pemprov Jateng, sehingga produksi kami meningkat,” ungkapnya.

Sutijah, anggota Kube Mandiri Sejahtera, menambahkan, saat ini ada sekitar 10 ibu-ibu yang terlibat dalam produksi tusuk sate.

“Ada sepuluh orang anggota Kube Mandiri Sejahtera. Untuk produksinya dilakukan seminggu dua kali. Biaya produksi lebih hemat sekarang karena kami sudah ada PLTS,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X