daerah

Hadapi Musim Penghujan, BPBD Jepara Perkuat Kesiapsiagaan Relawan dan Infrastruktur

Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:59 WIB
Pejabat Jepara sedang sosialisasi strategi penanggulangan bencana, yang berlangsung di Pendapa Kartini, Rabu (22/10/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Jepara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar sosialisasi strategi penanggulangan bencana, yang berlangsung di Pendapa Kartini, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini merupakan inisiasi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid dan diikuti relawan, perangkat daerah, serta personel BPBD. Para peserta dibekali dengan teknik penanganan darurat sebelum bencana terjadi, guna memastikan seluruh unsur memiliki kesiapsiagaan yang maksimal.

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) yang hadir mewakili Bupati Witiarso Utomo, menjelaskan bahwa berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2024, Jepara berada pada kategori risiko sedang dengan skor 119,49. Namun jika dirinci per jenis ancaman, beberapa masih berada pada kategori tinggi, seperti banjir, kebakaran, gelombang tinggi, dan kekeringan.

Baca Juga: Sosialisasi Program MBG di Semarang: Komitmen Menuju Generasi Emas 2045

Khusus kekeringan, hasil kajian risiko 2023–2027 menunjukkan bahwa 192 dari 195 desa/kelurahan berada pada risiko tinggi. Data tiga tahun terakhir juga mencatat ribuan warga terdampak, dengan jutaan liter air bersih telah didistribusikan BPBD kepada warga.

“Peralatan BPBD Jepara sudah siap, termasuk personel. Kami juga menjalin koordinasi di tingkat kecamatan dan melakukan pemetaan daerah rawan,” jelas Gus Hajar.

Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Jepara telah menyusun strategi penanganan krisis air bersih 2026–2028. Programnya meliputi, pembuatan dan optimalisasi sumur bor, pembangunan jaringan pipanisasi baru, perbaikan pipa rusak, peningkatan layanan PDAM, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat.

Baca Juga: Sumarno Ajak UMKM Tumbuh Tanpa Pinjol Ilegal, Manfaatkan KUR untuk Berkembang

Sambil menunggu hasil penanganan jangka panjang, distribusi air bersih dengan truk tangki tetap menjadi solusi darurat. “Karena itu, bantuan truk tangki air yang kita terima hari ini sangat relevan dan bermanfaat. Demikian pula chainsaw yang akan memperkuat kesiapsiagaan kita terhadap bencana,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, BNPB menyerahkan bantuan mobil truk tangki air kepada Pemkab Jepara. Penyerahan dilakukan oleh Abdul Wachid kepada Wakil Bupati.

Turut hadir, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati, Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Nadhirah Seha Nur, Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar, Plt. Kalaksa BPBD Jepara Arwin Nur Isdianto.

Baca Juga: Dubes Inggris Boyong Tim Bertemu Gubernur Ahmad Luthfi, Tindak Lanjuti Potensi Kerja Sama

“Bencana adalah urusan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan, kita bisa memperkuat ketangguhan Jepara dalam menghadapi ancaman bencana,” tegas Gus Hajar.

Tags

Terkini