Pemerintah Jepara Bersiap Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan: Fokus pada Koordinasi dan Efisiensi

photo author
Isqi Noor Hamdani, Pantura Network
- Selasa, 12 November 2024 | 21:45 WIB
RAPAT : Pemkab Jepara dan BPBD Berkoordinasi Antisipasi Menghadapi Banjir (Istimewa for Pantura Network)
RAPAT : Pemkab Jepara dan BPBD Berkoordinasi Antisipasi Menghadapi Banjir (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah merencanakan langkah-langkah proaktif untuk mengantisipasi kemungkinan bencana di musim hujan yang mendatang.

Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, mereka menginisiasi pembentukan klaster penanggulangan bencana untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi.

Sekretaris Daerah sekaligus Kepala BPBD Jepara, Edy Sujatmiko ingin memastikan bahwa setiap perangkat daerah memahami peran masing-masing dalam menghadapi bencana.

Baca Juga: Disaksikan Presiden Prabowo, PLN Perkuat Kolaborasi Global Bersama China untuk Swasembada Energi di Indonesia

"Pembagian ini akan memudahkan koordinasi dan meningkatkan efisiensi," papar Edy Sujatmiko, Selasa (12/11/24).

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat R.M.P. Sosrokartono Setda Jepara, Edy menekankan pentingnya kesiapan BPBD untuk menyusun pembagian tugas sesuai dengan Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 308 Tahun 2024.

"Setiap klaster akan memiliki tugas dan tanggung jawab yang spesifik. Ini bukan hanya tentang siapa yang melakukan apa, tapi juga bagaimana kita bisa bekerja lebih baik bersama-sama," lanjutnya.

Baca Juga: Pembukaan COP29 Azerbaijan: PLN Galang Kolaborasi Global untuk Transisi Energi Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan

Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Iklim Jawa Tengah, seluruh wilayah Jepara telah memasuki musim hujan.

Daerah lereng Muria memulai musim lebih awal pada awal Oktober, diikuti oleh Karimunjawa pada akhir bulan yang sama, dan wilayah lain pada awal hingga pertengahan November.

Yang menarik, tiga kecamatan -Kembang, Mlonggo, dan Kalinyamatan- tetap bebas dari kekeringan. Ini dilihat dari tidak adanya permintaan bantuan air bersih dari desa-desa di wilayah tersebut.

Baca Juga: Semangat Jelang Peringatan Hari Pahlawan, PLN UIK Tanjung Jati B Tegaskan Komitmen Lingkungan melalui Inovasi dan Kolaborasi

"Ini menunjukkan bahwa kita bisa mengurangi dampak kekeringan dengan perencanaan yang baik," ujar Edy.

Sejauh ini, lebih dari 12 juta liter air telah disalurkan ke desa-desa yang membutuhkan, tersebar di 20 desa di 13 kecamatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X