daerah

Hari Santri Nasional 2025, Pemkab Jepara Ajak Santri Jadi Penjaga Moral di Era Digital

Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:16 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat Apel Hari Santri Nasional 2025 di halaman Setda Jepara, Rabu (22/10/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar Apel Hari Santri Nasional 2025 di halaman Setda Jepara, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai keislaman, kebangsaan, dan peran strategis santri sebagai penjaga moral bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.

Apel peringatan Hari Santri Nasional tersebut dihadiri oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Forkopimda, para ulama, serta ratusan santri dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Jepara.

Pada kesempatan itu, Pemkab Jepara bersama Baznas menyerahkan sejumlah bantuan sosial, antara lain Santunan Yatama, Bantuan Santri Kurang Mampu, dan Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah (Madin).

Baca Juga: Investasi Jepara Tembus Rp1,2 Triliun, Serap 14 Ribu Tenaga Kerja hingga Triwulan II 2025

Selain itu, Bupati juga memberikan hadiah bagi para pemenang lomba Hari Santri, seperti Hafalan Alfiyah, Lomba vlog tingkat MTs/SMP dan MA/SMA/SMK, Lomba murottal tingkat SD/MI, hingga khitobah mulai tingkat RA/TK hingga MA/SMA/SMK, serta Santri Award untuk kategori pendidikan, kewirausahaan, dan sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Witiarso Utomo menekankan pentingnya peran santri sebagai penjaga nilai moral dan kebenaran di ruang digital. Ia menyoroti maraknya konten negatif yang menarasikan pondok pesantren secara keliru dan berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat.

“Di akhir-akhir ini kita melihat hal-hal yang tidak baik seperti halnya konten-konten yang berseliweran menarasikan pesantren. Jika kita hanya melihat tanpa memahami ilmu yang diberikan para ulama atau kiai kita, yang terjadi adalah FOMO,” ujar Bupati.

Baca Juga: Pesantren Dorong Swasembada Pangan, Santri Jateng Bisa Turun ke Lahan

Ia menegaskan, santri yang telah dibekali ilmu agama harus mampu memberi pemahaman ketika menghadapi narasi yang merendahkan pesantren maupun kiai.

“Kita harus menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan para ulama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk meneladani perjuangan para ulama dan kiai yang turut memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.

Baca Juga: Layanan Speling Hadir di 5.479 Pesantren, Santri di Jateng Kini Tak Khawatir soal Kesehatan

“Mereka bukan hanya guru agama, tetapi juga pejuang yang ikut membangun negeri ini,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Bupati berharap para santri Jepara terus memperkuat komitmen sebagai generasi berakhlak dan berilmu yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Tags

Terkini