PANTURA NETWORK -- Merayakan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah, mantan Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko memberikan pernyataan yang penuh harapan dan tantangan untuk masa depan daerah ini.
Hal itu ia sampaikan saat acara yang berlangsung di Semarang pada tanggal 14 Agustus 2025, Heru menyampaikan empat pesan krusial kepada pemerintah provinsi yang kini dipimpin oleh Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.
Heru memulai dengan mengungkapkan harapan agar kepemimpinan Luthfi-Yasin dapat membawa Jawa Tengah menuju kemajuan.
Baca Juga: Bupati Jepara Witiarso Utomo Kukuhkan 30 Anggota Paskibra Jepara 2025
"Saya berharap mereka diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya. Semoga mereka saling mendukung dan melengkapi," papar Heru.
Pesan kedua dari Heru membawa fokus pada tantangan besar yang dihadapi Jawa Tengah: kemiskinan. Meski angka kemiskinan telah menunjukkan penurunan tipis menjadi 9,48% pada 2025, Heru menekankan perlunya intervensi yang lebih signifikan.
"Kemiskinan dapat ditekan melalui pendidikan. Dengan memberikan akses sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia," jelasnya.
"Pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib. Jika anak-anak pintar, mereka akan mampu bersaing dan meningkatkan pendapatan keluarga mereka," tambahnya.
Heru juga menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah provinsi sebagai mediator dalam implementasi kebijakan.
"Provinsi harus mampu memperkuat kapasitas SDM di tingkat kabupaten dan kota," katanya. Ia menggambarkan situasi ini dengan analogi tubuh, di mana provinsi berfungsi sebagai kepala yang harus memastikan semua bagian tubuh lainnya berfungsi dengan baik.
Akhirnya, pesan keempat menekankan pentingnya mengejawantahkan amanat konstitusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Heru mengingatkan bahwa pendidikan adalah fondasi penting untuk memajukan bangsa.
"Rata-rata lama sekolah di Jawa Tengah masih sekitar 7 tahun. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua," pungkas dia.