PANTURA NETWORK -- Paguyuban Pedagang Pasar Mindahan terus berbenah, khususnya terkait sistem. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang ideal dan bebas dari praktek timpang sebelah.
Salah satu langkahnya, pedagang buah yang berada di belakang kini dipindah ke depan. Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mindahan, Tono supaya ramainya pengunjung lebih merata.
"Ramai sekali di belakang (pasar), kadang sampai macet. Makanya (pedagang buah) dipindah ke depan agar ramai lebih merata, ini menguntungkan pedagang (depan pasar) karena sebelumnya sepi," papar Tono, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga: SAH, Wike Jabat Dirut Perumda Aneka Usaha, Bupati Jepara Witiarso Utomo Tekankan Dua Hal Ini
Ketua Paguyuban yang baru menjabat beberapa bulan ini turut mendampingi penjaga pasar dalam menarik iuran keamanan. Sebab, kata dia, ditemukan kejanggalan sewaktu pelaksanaan pengamanan.
Dari lima orang penjaga pasar, terdapat satu yang sering absen bahkan hampir 15 hari bolong, namun peroleh pendapatan sama dengan penjaga pasar lain yang masuk full selama satu bulan.
"Yang seperti ini tentu kami evaluasi dan rembug bareng, baiknya bagaimana. Kadang antara satu keamanan dengan lainnya ada yang pemasukannya berbeda," ujar dia.
"Oleh karena itu, (penarikan) kami dampingi dan bagi merata, secara tugas, pokok dan fungsi sama. Sehingga tidak ada kesenjangan lagi antar penjaga pasar," imbuhnya.
Meski begitu, Tono tetap berkoordinasi dengan musyawarah bersama Kepala Pasar Mindahan, Fatah Hidayat selaku pengelola. Sehingga kebijakan yang diambil paguyuban bermuatan kemaslahatan pedagang.
Hidayat beranggapan, musyawarah bersama paguyuban bertujuan menciptakan lingkungan yang ideal dan bebas dari praktek timpang sebelah, sebab pasar tradisional berada di ambang kekalahan.
"Ini Pasar Desa yang dikelola oleh Pemda. Makanya mari kita harus berbenah, jangan sampai karena ego mengesampingkan kemaslahatan. Kita kuatkan pasar ini, jangan sampai tergerus oleh pasar modern," pungkas Hidayat, Sabtu (9/8/2025).