PANTURA NETWORK -- Sebanyak 1.600 pelari dari berbagai negara berpartisipasi dalam Kebumen Geopark Trail Run 2025 yang berlangsung, Minggu (13/7/25).
Acara ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga bertujuan untuk mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan.
Dengan tema 'Dari Pantai Karangbolong Menghargai Sejarah Bumi, Berlari Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan', kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari peserta, termasuk pelari internasional dari Australia, Zimbabwe, Filipina, dan negara lainnya.
Baca Juga: Catat, Pemerintah Bakal Luncurkan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih di Klaten Per 21 Juli 2025
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam konferensi pers di Resto Sagara View of Karangbolong, menyatakan, mengenalkan Kebumen ke dunia internasional melalui Geopark Trail Run 2025.
"Ini menjadi jembatan potensi lokal dan perhatian global. Mari bergerak bersama untuk mengenalkan Kebumen kepada dunia," papar Lilis.
Leo, Rice Director Kebumen Geopark Trail Run 2025, menjelaskan bahwa daya tarik utama dari event ini adalah bentang alam Karst Geopark yang meliputi pantai, hutan, goa, sungai, dan kehidupan masyarakat lokal.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih di Klaten Siap Berdayakan Ribuan Masyarakat
"Dibandingkan event di tempat lain, di sini lebih komplit. Kita punya gunung, pasir, sungai, dan pantai. Bahkan, ini mungkin satu-satunya event yang melibatkan jalur dalam goa," tambah Leo.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa pemerintah provinsi terus mendorong potensi lokal untuk menjadi “kebun” investasi pariwisata.
"Event sport tourism seperti ini tidak hanya meningkatkan ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pelestarian lingkungan melalui keberadaan geopark," ujar Sumarno.
Baca Juga: Berkat Sekolah Kemitraan dari Gubernur Ahmad Luthfi, Dua Remaja Asal Kendal Kian Semangat Belajar
Rute Kebumen Geopark Trail Run 2025 menawarkan tantangan yang menarik, dengan trek yang menanjak turun di perbukitan, melintasi sungai, pantai, hutan, hingga goa.
Terdapat berbagai pilihan rute, yaitu 3K, 7K, 14K, dan 21K, yang semuanya dirancang dengan metode ketat demi keamanan dan kenyamanan peserta.
Salah seorang peserta asal Kebumen, Bayu Prabowo, mengaku rela pulang dari Jakarta untuk mengikuti kegiatan ini.