PANTURA NETWORK -- Pemprov Jateng menunjukkan komitmen mendukung terhadap pendidikan agama. Hal itu terbukti dengan penyaluran tali asih sebesar satu juta untuk satu santri.
Penyaluran tali asih ini, berlangsung pada Haflah Khatmil Quran ke-48 dan Haul KH Muntaha Al Hafidz ke-21, yang diadakan di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Asyariyyah, Kabupaten Wonosobo.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, dalam sambutannya mengatakan, agar dana yang disalurkan dapat menjadi berkah dan berkontribusi positif bagi pengembangan pendidikan di pesantren.
Baca Juga: Wow, Buka 10 Hari Saja Jateng Fair 2025 Sedot 99 Ribu Pengunjung
Ia menjelaskan, penyaluran tali asih satu juta untuk satu santri dengan besaran Rp 479 juta ini, telah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng di semester I tahun 2025 sebagai bukti pro pendidikan agama.
"Program ini adalah wujud nyata dari Pemprov Jateng untuk mendukung pendidikan berbasis keagamaan. Kami berharap APBD yang ada bisa membawa berkah bagi kita semua," papar Taj Yasin, Minggu (6/7/25).
Dalam kesempatan yang sama, Taj Yasin juga mengingatkan para santri agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih. Menurutnya, banyak ilmu dalam Al-Quran yang masih perlu dipelajari dan dikaji lebih dalam.
Baca Juga: Perkuat Wisata Halal di Jateng, Taj Yasin Cek Langsung Proses Produksi Toros Farm
"Ilmu dalam Al-Quran itu sangat luas. Teruslah belajar dan kembangkan diri," tambahnya.
Selain bantuan Tali Asih, Pemprov Jateng juga memperkenalkan program beasiswa yang ditujukan bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Saat ini, Pemprov Jateng telah menjajaki kerja sama dengan sekitar 40 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Baca Juga: Bangun Kerukunan, Taj Yasin Hadiri Indonesia Tipitaka Chanting di Candi Borobudur
Tim seleksi yang ditugaskan untuk memilih santri penerima beasiswa telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jateng dan terdiri dari berbagai latar belakang untuk memastikan proses seleksi yang adil dan transparan.
"Program beasiswa ini adalah bagian dari upaya kami untuk memperkuat pendidikan berbasis keagamaan, khususnya di pesantren. Harapan kami adalah agar para santri yang lulus dapat mengabdikan ilmunya di pesantren tempat mereka berasal," pungkas dia.