daerah

Banjir Rob Sayung Kian Parah, Ahli Tata Kota UNDIP : Tanggul Laut Jadi Solusi

Rabu, 25 Juni 2025 | 23:17 WIB
Ahli Tata Kota dari UNDIP, Prof. Dr. Ing. Wiwandari Handayani ST MT MPS, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Ahli Tata Kota dari UNDIP, Prof. Dr. Ing. Wiwandari Handayani ST MT MPS sebut pembangunan tanggul laut adalah solusi tercepat dan paling efektif untuk mengatasi banjir rob Sayung, Demak.

"Ini langkah mendesak, hanya tanggul laut yang mampu menahan kenaikan air laut yang semakin ekstrem, terutama yang dipicu oleh perubahan iklim," papar Prof Wiwandari, Rabu (25/6/25).

Meski pembangunan tanggul laut di wilayah Semarang-Demak telah berlangsung, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak berharap manfaat secepatnya, sebab masih dalam tahap proses.

Baca Juga: Pastikan Tidak Ada Peserta Didik Titipan, Pemprov Awasi Secara Langsung Tahapan SPMB Jateng 2025

"Masyarakat juga perlu terlibat dalam pengelolaan lingkungan pesisir, seperti penanaman mangrove dan perikanan berkelanjutan," tambahnya.

Prof. Wiwandari juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir, agar tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah.

"Jika pemerintah tidak melibatkan masyarakat, mereka akan kewalahan dalam menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan," jelas dia.

Baca Juga: Andi Andong : Kita Dukung Tindakan Preventif Pemkab Jepara Terkait Praktik Judol di Kalangan ASN

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin melalui program Mageri Segoro bakal menanam 1,5 juta pohon mangrove di sepanjang Pantai Utara Jateng.

Usaha tersebut bertujuan untuk memulihkan dan menjaga kesehatan ekosistem pesisir yang rusak akibat abrasi dan perubahan iklim.

Sambil menunggu penyelesaian pembangunan tanggul laut, Pemprov Jateng telah mengambil langkah-langkah penanganan sementara.

Baca Juga: Pemkab Jepara Komitmen Perangi Judol, Bupati Jepara : Ganggu Kinerja ASN, Picu Mantri Bank Pelat Merah Korupsi

Ini termasuk pompanisasi di titik-titik genangan serta pengerukan dan normalisasi sungai. Bantuan juga diberikan kepada warga terdampak, termasuk pelayanan kesehatan gratis dan bantuan sembako.

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Khusairi menjelaskan, pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 diharapkan dapat meminimalisir banjir rob.

"Jalan tol sepanjang 10,634 km yang terintegrasi dengan pembangunan giant sea wall bisa mengurangi banjir rob dan mengeringkan lahan seluas 576,04 hektare," pugkas Khusairi.

Halaman:

Tags

Terkini