Baca Juga: 100 Hari Kerja, Bupati Jepara Temui Warga 88 Desa di 8 Kecamatan, Serap 294 Aspirasi
Selain itu, ia menyebut garis pantai Jepara yang mencapai 80 kilometer telah ditanami mangrove seluas 747,13 hektare. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk mengatasi ancaman abrasi dan pencemaran laut.
DLH juga menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi berbagai pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini dilaksanakan merujuk pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup tertanggal 19 Mei 2025, serta Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah pada 27 Mei 2025 tentang peluncuran program Mageri Segoro. Agenda ini juga merupakan bagian dari program kerja DLH Jepara tahun 2025,” tuturnya.
Aris Setiawan menegaskan bahwa aksi nyata jauh lebih penting dibanding sekadar wacana. Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjutnya, berharap momentum ini bisa memicu gerakan berkelanjutan. Tujuannya untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir sebagai penopang kehidupan masyarakat.
Baca Juga: 100 Hari Mas Wiwit- Gus Hajar, 166,638 Km di Jepara Mulus, Lebih Aman dan Nyaman Dilewati Warga
“Mari kita wujudkan semangat Mageri Segoro. Menjaga laut bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan langkah nyata,” tandasnya.
Baca Juga: Bupati Jepara Donor Darah Setelah 43 Tahun, Ajak Warga Peduli Ketersediaan Darah