PANTURA NETWORK -- Tragedi tawuran antar pelajar kembali menelan korban jiwa. Bagus Andika (17), siswa kelas X SMK Negeri 2 Pati, meninggal dunia setelah empat hari menjalani perawatan intensif di RSUD RAA Soewondo Pati.
Peristiwa ini terjadi setelah ia mengalami luka serius akibat terlibat dalam tawuran di jalan raya Pati-Gembong, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, pada Jumat (9/5/2025).
Kasihumas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, mengonfirmasi kabar duka ini, sementara Kepala Desa Panggungroyom, Hadi, juga menyatakan bahwa Bagus telah berpulang pada Selasa dini hari pukul 03.30 WIB.
Baca Juga: Mengalami Tindak Premanisme, Hubungi Nomor Call Center Polres Jepara
"Korban sempat menjalani operasi, dan kami harus menunggu proses identifikasi dan autopsi dari kepolisian sebelum pemakaman," papar Hadi.
Bagus Andika dikenal sebagai anak yatim. Ayahnya meninggal tiga tahun lalu, sementara ibunya baru menikah lagi. Keluarga Bagus tergolong kurang mampu, sehingga ia sering mencari rumput untuk pakan ternak demi mendapatkan uang saku tambahan.
"Almarhum terkenal baik, meskipun berasal dari keluarga kurang mampu," tambah Hadi.
Baca Juga: Cegah Premanisme dan Kriminalitas, Polres Jepara Intesifkan Patroli
Hadi mengungkapkan harapannya agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia berharap pihak sekolah terus memberikan imbauan kepada siswa untuk menjauhi tawuran.
"Kami berharap pihak sekolah aktif mengingatkan siswa agar tidak terlibat dalam tawuran, dan kami rasa edukasi ini sudah dilakukan," pungkasnya.