PANTURA NETWORK -- Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Jepara berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah daerah. Komitmen ini ditekankan dalam acara halal bi halal di Pendopo Kartini, Senin (14/4/25).
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, K.H. Fahrurrozi, mengapresiasi forum silaturahmi yang telah berlangsung hampir 10 tahun ini, meski sempat terhenti karena pandemi.
Ia menekankan bahwa Muhammadiyah di Jepara fokus pada pendidikan, sosial, dan keagamaan, mendukung pemerintah tanpa memandang latar belakang.
Baca Juga: Deretan Peluang Investasi di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi : Penting Diketahui
"Kami siap membantu mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan sosial warga Jepara," papar Fahrurrozi, Senin (14/4/25).
Kemudian, Rais Syuriah PCNU Jepara, K.H. Khayatun Nufus Abdullah Hadziq, menekankan pentingnya menyatukan hati dan tujuan dalam membangun Jepara.
Ia mengajak semua pihak untuk meneladani sejarah kejayaan Jepara dan melanjutkannya dengan kerja sama yang nyata.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing, Gubernur Jateng Harap NU Terus Bikin Education and Job Fair
"Sejarah kita luar biasa. Mari kita lanjutkan kejayaan itu dengan kerjasama yang nyata," seru Khayatun.
Menanggapi hal itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menilai halal bi halal ini sebagai cerminan budaya luhur dan semangat persatuan. Supaya merealisasikan hajat bersama, ia bikin program "Bupati Ngantor di Desa".
Tujuan dari program tersebut, kata Mas Wiwit (sapaannya), untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, serta menghidupkan kembali tradisi takbir keliling dan menertibkan hiburan selama Ramadan.
Selanjutnya, Wakil Bupati Jepara, Ibnu Hajar, menambahkan bahwa dukungan dari NU dan Muhammadiyah sangat penting dalam mencapai visi Jepara yang Mulus : Maju, Unggul, Lestari, dan Religius.
Gus Hajar (sapaannya) berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan meminta maaf atas segala kekurangan selama dua bulan awal kepemimpinan mereka.
"Kalau semua sudah bersatu, insyaallah Jepara akan menjadi 'baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur'," pungkas Gus Hajar.