Genjot Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jateng Tambah 105 SPPG Baru

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Senin, 14 April 2025 | 15:32 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Jakarta, Senin (14/4/25). (Istimewa for Pantura Network)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Jakarta, Senin (14/4/25). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen meningkatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menambah 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.

Penambahan ini akan tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan masing-masing wilayah mendapatkan tiga SPPG baru.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengungkapkan hal tersebut usai rapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Senin, 14 April 2025.

Baca Juga: Ratusan Kader PKK Jateng Siap Entaskan Kemiskinan dan Tunjang Program Makan Bergizi Gratis

Selanjutnya, Gus Yasin (sapaannya) segera berkoordinasi dengan bupati dan walikota se-Jawa Tengah untuk merealisasikan tambahan SPPG dalam waktu satu pekan ke depan.

"Kami mempersiapkan percepatan program MBG, dan mendapat respons positif dari BGN, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti," ujar Gus Yasin, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah.

Pokja MBG Jateng juga berkomitmen mendukung BGN dalam mengakomodasi SPPG yang sudah beroperasi, memastikan dapur MBG yang ada didata dan dinilai kelayakannya.

Baca Juga: Halal Bi Halal PDI Perjuangan Jepara, Andang Wahyu Triyanto : Bersinergi untuk 2029

Pada pertemuan tersebut, Pokja MBG Jateng mengemukakan sejumlah usulan dan kendala dalam pelaksanaan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin sewaktu rapat Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Senin (14/4/25).
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin sewaktu rapat Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Senin (14/4/25). (Istimewa for Pantura Network)

Beberapa usulan meliputi delegasi fungsi pengawasan ke daerah untuk memudahkan koordinasi, serta pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji.

Taj Yasin menekankan pentingnya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.

Baca Juga: Serunya Skydiving di Karimunjawa : Sensasi Baru Bagi Pecinta Olahraga Ekstrem

Sebelumnya, Pokja MBG Jateng telah memetakan aset Pemprov Jateng yang bisa dimanfaatkan sebagai SPPG. Terdapat 21 aset milik Pemprov dan 1 aset BUMD, termasuk 12 bangunan dan 7 bidang tanah.

Selain itu, 34 SMK dengan fasilitas katering/tata boga/kantin tipe A bersertifikat BPOM dan 7 satuan pendidikan diusulkan sebagai lokasi potensial dapur SPPG.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X