daerah

4.082 Anak di Jepara Tidak Sekolah, Anak Punk Jadi Sorotan Utama

Senin, 23 Desember 2024 | 21:09 WIB
Ilustrasi Anak Punk (Pantura Network from Freepik)

PANTURA NETWORK -- Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) Kabupaten Jepara mengungkapkan adanya 45 anak tidak sekolah (ATS) yang terseret ke dalam gaya hidup anak punk.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Edy Sudjatmiko, untuk menyerukan perlindungan lebih kuat terhadap anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam lingkungan yang merugikan.

Dalam pernyataannya pada Senin (23/12/2024), Edy Sudjatmiko menekankan pentingnya peran serta berbagai elemen masyarakat, mulai dari keluarga, RT, RW, tokoh masyarakat, guru, hingga mantan guru, untuk memberikan pendekatan dan pemahaman yang tepat kepada anak-anak tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan.

Baca Juga: Polri Gencarkan Razia di Tempat Hiburan Jelang Tahun Baru

"Mereka harus paham bahwa punk ini merusak moral, merusak masa depan," tegasnya.

Fenomena anak punk di Jepara ternyata juga melibatkan anak-anak yang tidak terduga statusnya.

"Ada anak punk yang ternyata seorang santri. Ketika aktivitas di pesantren libur, dia kembali ke gaya hidup punk. Ini harus kita waspadai agar tidak menyebar ke santri dan siswa lainnya," imbuhnya.

Baca Juga: PGN Kerahkan Satgas Nataru 2024, Pastikan Kehandalan Penyaluran Gas Bumi

Ali Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, menambahkan bahwa punk bukan satu-satunya faktor penyebab anak tidak sekolah.

Berdasarkan data per September 2024, dari 4.082 anak usia 7-18 tahun yang berstatus ATS, mayoritas yakni 2.842 anak memilih bekerja.

Selain itu, terdapat 301 anak berkebutuhan khusus, 133 anak yang menikah dini, 36 anak korban perundungan, dan 456 anak yang terpaksa berhenti sekolah karena kendala biaya.

Baca Juga: Apel Gelar Pasukan, KAI Daop 4 Siagakan 2.768 Personil Layani Penuh di Masa Angkutan Nataru

"Masing-masing faktor telah kami identifikasi cara pemecahan masalahnya. Keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini," ujar Ali Hidayat

"Tim PATS berkomitmen untuk bekerja keras menuntaskan wajib belajar 12 tahun, bahkan kini 13 tahun setelah dicanangkan oleh Pak Mendikdasmen," pungkasnya.

Tags

Terkini