Forum Silaturahmi Ulama dan Umaro di Panguragan Tekankan Ukhuwah dan Persatuan

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Minggu, 7 Juni 2026 | 15:22 WIB
Forum Silaturahmi Ulama dan Umaro di Panguragan Tekankan Ukhuwah dan Persatuan
Forum Silaturahmi Ulama dan Umaro di Panguragan Tekankan Ukhuwah dan Persatuan

CIREBON – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Panguragan menggelar Forum Silaturahmi Ulama dan Umaro di Gedung MWC NU Kecamatan Panguragan, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan bertema “Merajut Ukhuwah, Membangun Persatuan untuk NU Masa Depan” itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kondusivitas wilayah.

Acara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Panguragan, meliputi Camat Panguragan, Kapolsek Panguragan, perwakilan Koramil Arjawinangun, Pemerintah Desa Panguragan Kulon, jajaran pengurus MWC NU, badan otonom NU, serta masyarakat setempat.

Ketua MWC NU Kecamatan Panguragan, K.H. Mustahdi Amin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses penyelesaian persoalan terkait status tanah yang saat ini ditempati Gedung MWC NU Kecamatan Panguragan.

Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan selama ini merupakan bentuk kecintaan warga Nahdliyin terhadap Nahdlatul Ulama sebagai wadah perjuangan keagamaan dan kemasyarakatan.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Waka DPRD Jateng Minta Penguatan Industri Hijau

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang, memberikan dukungan, serta menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan dan kepastian status tanah yang ditempati Gedung MWC NU Kecamatan Panguragan,” ujar Mustahdi.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh kader, pengurus, dan badan otonom NU yang telah mencurahkan tenaga serta pemikiran demi kepentingan organisasi.

Dalam sambutannya, Mustahdi menegaskan bahwa dinamika yang muncul dalam setiap perjuangan merupakan hal yang wajar dan harus dipandang sebagai proses pembelajaran dalam berorganisasi.

“Perbedaan pandangan dan berbagai dinamika yang muncul merupakan hal yang wajar dalam sebuah perjuangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengambil hikmah, memperkuat komunikasi, dan menjaga persaudaraan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Mustahdi turut menyampaikan apresiasi kepada Forkopimcam Panguragan, khususnya Pemerintah Kecamatan Panguragan dan Polsek Panguragan, yang dinilai telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai sesuai koridor hukum dan demokrasi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Panguragan Kulon yang dinilai memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Gedung MWC NU Kecamatan Panguragan. Menurutnya, komitmen pemerintah desa untuk mempercepat proses tukar guling tanah yang berkaitan dengan lokasi gedung merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.

Baca Juga: Jateng Tanam Puluhan Ribu Mangrove, Perkuat Benteng Pesisir Hadapi Perubahan Iklim

“Komitmen tersebut menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan Gedung MWC NU dan masyarakat Nahdlatul Ulama di Kecamatan Panguragan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Mustahdi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya Pemerintah Desa Panguragan Kulon dan K.H. Choirul Chuluq, apabila selama proses yang berlangsung terdapat narasi, pernyataan, maupun dinamika yang menimbulkan kesalahpahaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X