Panturanetwork.com - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menegaskan pentingnya penguatan ekosistem seni tradisional sebagai bagian dari upaya mendukung pemajuan kebudayaan daerah. Menurutnya, seni tradisional tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memiliki nilai edukasi, sosial, dan ekonomi yang perlu terus dijaga keberlangsungannya.
Heri mengatakan, Jawa Tengah memiliki kekayaan budaya dan seni tradisional yang sangat beragam, mulai dari wayang kulit, ketoprak, barongan, kuda lumping, hingga berbagai seni pertunjukan rakyat lainnya. Potensi tersebut harus terus dilestarikan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Ekosistem seni tradisional harus diperkuat agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia menilai, penguatan ekosistem seni tradisional tidak hanya sebatas pelestarian pertunjukan, tetapi juga mencakup pembinaan pelaku seni, ruang ekspresi budaya, dukungan promosi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan masyarakat.
Menurut Heri, langkah pemajuan kebudayaan di Jawa Tengah saat ini telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah.
Perda tersebut bertujuan untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan daerah agar tetap lestari dan mampu berperan dalam pembangunan daerah. Regulasi ini juga mencakup 10 objek pemajuan kebudayaan sebagai fokus pengembangan dan pelestarian budaya di Jawa Tengah.
Ia menjelaskan, keberadaan perda tersebut menjadi dasar hukum yang kuat bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program kebudayaan, seperti inventarisasi pengamanan, pemeliharaan, hingga penyelamatan warisan budaya daerah.
Heri berharap implementasi perda tersebut tidak berhenti pada aspek regulasi semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program yang menyentuh langsung para pelaku seni dan budaya di daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana regulasi ini diimplementasikan secara nyata melalui dukungan terhadap seniman, komunitas budaya, dan ruang-ruang kreatif," ungkap Heri Londo, sapaan akrabnya.
Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian seni tradisional. Menurutnya, regenerasi menjadi faktor penting agar kesenian daerah tetap eksis dan relevan di tengah perkembangan budaya modern.
“Generasi muda harus dilibatkan agar seni tradisional tidak kehilangan penerus. Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan inovasi,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Heri menambahkan, penguatan seni tradisional juga dapat menjadi bagian dari pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Jika ekosistem seni tradisional kuat, maka manfaatnya tidak hanya untuk pelestarian budaya, tetapi juga bisa mendorong ekonomi masyarakat dan memperkuat identitas daerah,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Bank Mandiri Taspen Serahkan Pengusutan Kasus Penipuan kepada Aparat Penegak Hukum
Malam Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, Menko Polkam: Persaingan Harus Dijaga untuk Kemajuan
Program Pendidikan Koperasi Jangkau 6,38 Juta Siswa, Jateng Jadi Pelopor di Indonesia
Jateng Kembali Berprestasi, Pengendalian Inflasi Terbaik Nasional
Daftar Lengkap Jalan dan Jembatan yang Diperbaiki Pemprov Jateng Tahun 2026