Kedungsepur dan Pemprov Jateng Samakan Visi Pariwisata Berkelanjutan 2027

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Jumat, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB
Kedungsepur dan Pemprov Jateng Samakan Visi Pariwisata Berkelanjutan 2027
Kedungsepur dan Pemprov Jateng Samakan Visi Pariwisata Berkelanjutan 2027

Usai acara, Sumarno, menjelaskan, rembug pembangunan merupakan tindak lanjut dari Musrenbang yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Usulan kabupaten/kota sudah masuk melalui aplikasi. Sehingga, pertemuan tersebut merupakan wahana untuk menyamakan persepsi dengan pemerintah kabupaten/kota mengenai langkah yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.

"Hari ini kita menyamakan persepsi apa yang akan kita lakukan di tahun 2027," jelasnya.

Rembug Pembangunan, lanjutnya, membahas tema terkait dengan pariwisata dan ekonomi syariah. Berkenaan dengan pariwisata berkelanjutan, yang berarti bersinggungan dengan masalah lingkungan. Permasalahan yang dihadapi adalah mencari solusi akibat kerusakan lingkungan, utamanya soal banjir.

"Ini kita sudah kumpul dari teman-teman yang ada di Pantura dan juga ada yang di tengah seperti Kabupaten Semarang, Kendal, daerah-daerah tangkapan. Kami berharap dengan diskusi ini akan menjadi penyamaan persepsi. Bagaimana nanti langkah yang akan dilakukan di daerah hulu, di daerah hilir seperti apa sehingga kondisi lingkungan kita ini bisa dijaga dengan baik," kata Sumarno.

Sumarno berpesan kepada peserta Rembug Pembangunan agar memandang masalah kerusakan lingkungan dari pendekatan agama. Bahwa merusak lingkungan, membuang sampah sembarangan, merupakan dosa karena membuat orang lain menderita.
"Hari ini saya minta tolong ke teman-teman dari kabupaten/ kota agar meminta tokoh-tokoh agama, dan bersama-sama memunculkan kepedulian kepada lingkungan," tegasnya.

Sumarno juga memberikan apresiasi kepada daerah yang mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, yaitu Kendal dan Demak. Kabupaten Kendal bahkan mencapai peringkat tertinggi di Jawa Tengah dengan angka 7,99%.

"Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah ini bukan provinsi sendiri karena provinsi adalah agregat dari teman-teman Kabupaten Kota. Jadi kami terima kasih sekali dan itulah bentuk dari kita kumpul seperti ini adalah kita bagaimana menyamakan persepsi, berkolaborasi supaya tadi capaian-capaian kinerja utama itu bisa sama-sama ekseleratif. Karena ekseleratifnya Kabupaten Kota itu adalah ekseleratifnya juga provinsi," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X