"Mereka tahun ini tidak bisa pulang karena tidak memiliki rumah tujuan," ucapnya.
Harapan untuk segera dibangun huntara juga disampaikan Slamet Riyadi.
Selama menjadi korban terdampak, dia bersama istri dan anaknya tinggal di pengungsian.
"Kalau pagi pergi kerja seperti biasa, nanti sore pulang ke lokasi pengungsian," katanya.
Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan perhatian kepada warga terdampak.
"Harapan kami pertama huntara dipercepat, dan ke depannya menuju ke huntapnya," kata Sudiryo.
Dia jelaskan, huntara yang dibutuhkan sebanyak 143 unit, untuk mengakomodasi 176 KK. Adapun jumlah warga terdampak sebanyak 533 jiwa.
Sudiryo menceritakan, sejauh ini sudah ada rencana lahan yang dipergunakan sebagai huntara. Yakni, lahan milik Perhutani di petak 34 G tepatnya di Dusun Susunda.
"Warga menghendaki rumah untuk huntara memanfaatkan material bekas rumah yang ada," imbuhnya.*