Baca Juga: Jelang Pertengahan Ramadan, Jepara Terima Tambahan 19.600 Tabung LPG, Operasi Pasar Digelar di 15 Kecamatan
Selain itu, Pemkab Jepara juga telah menyampaikan usulan kepada Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) terkait komposisi peserta pada pameran berikutnya.
Pemerintah daerah berharap peluang lebih besar diberikan kepada pelaku usaha baru agar dapat merasakan manfaat langsung dari ajang promosi internasional tersebut.
"Kemarin kami juga menyampaikan kepada HIMKI, kalau bisa tahun depan komposisinya 70 persen peserta baru dan 30 persen peserta yang sebelumnya belum sukses kita ikutkan kembali," ungkapnya.
Witiarso menilai capaian transaksi tahun ini sudah sesuai target bahkan tergolong luar biasa. Ia optimistis partisipasi Jepara dalam IFEX ke depan akan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi industri mebel daerah.
Untuk keikutsertaan pada IFEX 2027, Pemkab Jepara juga berencana meningkatkan proses kurasi produk sehingga kualitas serta keberagaman furnitur yang ditampilkan semakin kompetitif di pasar global.
"Ke depan kurasinya akan kita tingkatkan. Keberagaman produk juga harus lebih luas sehingga daya saing produk Jepara semakin kuat di pasar global," pungkasnya.
Artikel Terkait
Bupati Jepara Kunjungi IKM-UKM di Jakarta, Harap Jepara Tembus Pasar Global IFEX 2025
Industri Mebel Jepara Didorong Manfaatkan Teknologi Modern untuk Perkuat Daya Saing Global
Perluas Pangsa Pasar Ukir Mebel di Timteng dan Afrika, Jepara Gelar TATAH, Ikuti IFEX dan INDEX Dubai 2026
Jalan Soekarno-Hatta Jepara Bakal Disulap Jadi City Walk dan Pusat Pamer Mebel Terpanjang di Kota Ukir
Paviliun Jepara Raup Transaksi Rp2,41 Miliar di Dua Hari Pertama IFEX 2026, Buyer dari Berbagai Negara Berdatangan