Baca Juga: Luthfi Sambut Apresiasi KIP Pusat, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik Jateng
"Big data saja itu sudah tidak cukup lagi. Makanya kita dorong satu istilah baru Mega Diversity karena begitu banyaknya ragam budaya dan ekspresi budaya kita. Mulai dari bahasa, sastra, tradisi lisan, kemudian ritus, manuskrip, permainan tradisional, olahraga tradisional, pangan lokal, kuliner, juga tentu adat istiadat dan seni di dalam seni," kata Fadli Zon.
Tahun depan, ia mendorong agar lebih banyak lagi warisan budaya takbenda yang ditetapkan sebagai WBTbI. Untuk itu, kabupaten/kota dan provinsi diminta meningkatkan pendataan dan pengusulan WBTbI. Tujuannya ke depan agar bisa lebih banyak WBTbI yang dapat diusulkan menjadi warisan budaya takbenda dunia.
"Kita harapkan ke depan warisan budaya takbenda ini bisa menjadi ekosistem berkelanjutan dan dapat diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia," jelasnya.
Artikel Terkait
Maluku Utara Jadikan Jateng Rujukan Pengembangan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Jawa Tengah Jadi Rujukan Pengembangan Budaya dan Ekonomi Kreatif di Maluku Utara
Gus Yasin: Sarung Batik ASN untuk Gerakkan Ekonomi dan Jaga Budaya Jawa
Sarung Batik bagi ASN Pemprov Jateng, Gus Yasin: Angkat Ekonomi dan Lestarikan Warisan Budaya
57 Warisan Budaya Takbenda Jateng Diakui Nasional, Terbanyak se-Indonesia