Perempuan Bangsa Sosialisasikan Modul Anti Pencabulan di Pesantren, Gus Yus: Semua Harus Peduli

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Senin, 1 Desember 2025 | 13:27 WIB
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori bersama Anggota DPR RI Hindu Anisah di Gedung NU MWC Tahunan, Kabupaten Jepara, Minggu (30/11/2025). (Istimewa for Pantura Network)
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori bersama Anggota DPR RI Hindu Anisah di Gedung NU MWC Tahunan, Kabupaten Jepara, Minggu (30/11/2025). (Istimewa for Pantura Network)

Baca Juga: Wamentan Apresiasi Penghargaan TPID untuk Gubernur Jateng: Fresh From the Oven

Modul ini merupakan hasil diskusi para tokoh agama pada Agustus 2025 lalu.

''Modul ini dirancang sebagai panduan mengenali, mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual di pesantren,'' ungkap Ketua DPW PKB Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum bidang organisasi dan kaderisasi, DPP Perempuan Bangsa, Dr Hj Hindun Anisah, MA menegaskan pesantren harus menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Baca Juga: Rakerwil PKS Jateng Tekankan Transformasi Kerja Kader dan Solusi Atasi Pengangguran dan Kemiskinan

''Ini adalah wujud tanggung jawab moral dan spiritual kita untuk menjaga kehormatan santri dan menjaga pesantren,'' kata Bunda Hindun.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari, Bangsri Jepara, modul anti pencabulan di pesantren hadir sebagai alat edukasi dan pencegahan demi melindungi kehormatan serta keselamatan santri dan institusi pesantren. 

''Modul ini akan terus kita sebarkan ke seluruh pesantren,'' tegasnya Bunda Hindun yang juga Sekretaris Rabithah Ma'ahid Islamiyyah PBNU ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X