UMKM Jateng Tembus Pasar Global, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Ekspor Rp 10,1 Miliar

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Sabtu, 29 November 2025 | 18:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama stakeholder dan pengusaha lain di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (29/11/2025)..   (Istimewa for Pantura Network)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama stakeholder dan pengusaha lain di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (29/11/2025).. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Ahmad Luthfi melepas ekspor berbagai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Tengah senilai Rp 10,1 miliar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu, 29 November 2025.   

Komoditas yang diekspor tersebut di antaranya sarang burung walet, ikan pari, keripik udang, kopi, cincau, kapulaga, dan berbagai produk lokal lainnya. Seluruh komoditas tersebut merupakan hasil usaha petani dan UMKM di Jawa Tengah. 

Produk yang diekspor tersebut hasil kerja para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan UMKM yang dibina Badan Karantina Indonesia (Barantin). 

Baca Juga: Ahmad Luthfi: Investor Malaysia dan Fujian Komitmen Investasi Rp 62,3 T

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM di Jawa Tengah. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah.

“Produk unggulan Jawa Tengah banyak sekali. Jangan berpikir ekspor itu hanya untuk perusahaan besar. UMKM kita boleh dan mampu melakukan ekspor,” tegas Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, Pemprov Jateng memberikan ruang selebar-lebarnya bagi UMKM untuk naik kelas, termasuk melalui pendampingan karantina.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Pastikan Jateng Terima Investasi Asing Rp 62,3 Triliun

“Kita punya banyak komoditas, termasuk ikan cupang, bawang merah, sarang burung walet, ikan, dan lainnya. Semuanya punya daya saing,” ungkap Ahmad Luthfi.

Ia berharap nilai ekspor UMKM di Jawa Tengah terus meningkat. Oleh karenanya, pendampingan dari Barantin sangat dibutuhkan untuk membantu para pelaku UMKM. Ia juga menegaskan kondisi keamanan yang kondusif bagi investasi dan ekspor. 

Berkat kondisivitas itu, pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III 2025 mencapai 5,37 persen (yoy), lebih tinggi dari nasional yang berada di angka 5,04 persen.

Baca Juga: HUT Korpri Jateng 2025: Jalan Sehat Jadi Momentum Pererat Hubungan ASN dan Publik

Ketua Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat, mengatakan, produk-produk yang diekspor tersebut hasil kerja para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan UMKM yang dibina Badan Karantina. 

Dijelaskan, lembaganya kini tak hanya melakukan proses sertifikasi, tetapi juga mendampingi UMKM agar memenuhi standar ekspor. 

“Yang kita dorong adalah ekspor UMKM. Banyak komoditas yang tidak bisa dihasilkan negara tujuan, tetapi sangat dibutuhkan di sana dengan syarat tertentu,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X