Baca Juga: Gubernur Luthfi Pastikan Relokasi Korban Longsor Banjarnegara Segera Dimulai
Dijelaskan, provinsi siap memberi bantuan cepat kepada daerah yang membutuhkan. Dari BPBD Jateng menyampaikan masih terdapat anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) sebanyak Rp 20 miliar.
Ahmad Luthfi menegaskan, seluruh kepala daerah wajib memimpin langsung penanganan ketika terjadi bencana di wilayahnya masing-masing.
“Jika terjadi bencana di wilayah Jawa Tengah, kepala daerah harus memimpin langsung di lapangan. Jangan menunggu instruksi provinsi,” tegas Gubernur.
Baca Juga: Trans Jateng Siapkan Integrasi Besar dengan Angkot dan Ojek Online
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Semua unsur mulai dari kementerian, sampai pemerintah kabupaten/kota harus terlibat aktif.
“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama, bukan hanya BPBD,” ujar Luthfi.
Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, mengapresiasi kesigapan Gubernur Luthfi.
Baca Juga: Cabor Petanque POPDA 2025, Ketua DPRD Jepara : Masa Depan Semakin Cerah
Menurut Raditya, rakor seperti ini tepat dilakukan sehingga pada saat bencana terjadi penanganan lebih komprehensif.
Sebagai informasi, dari jenis bencana yang terjadi di Jawa Tengah sepanjang 2025, longsor paling mendominasi dengan 7.761 kejadian, diikuti banjir, angin kencang, karhutla, kebakaran, gempa bumi, tanah gerak, serta gelombang dan kejadian lain.
Korban terdampak juga cukup besar dengan 565 jiwa meninggal, 77 hilang, 629 luka-luka, dan lebih dari 17 ribu jiwa mengungsi.
Baca Juga: Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Tengah Diperkuat, Luthfi Minta Kepala Daerah Gerak Cepat
Dalam aspek penguatan masyarakat, Jawa Tengah memiliki 8.563 desa, dengan 1.715 di antaranya sudah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). (*)
Artikel Terkait
Gubernur Luthfi Puji Sembiz, Minta Daerah di Jateng Ikuti Langkah Semarang
Jateng Perkuat Layanan Dasar Lewat Posyandu 6 SPM, Wagub Minta Pemda Fokus
Trans Jateng Siapkan Integrasi Besar dengan Angkot dan Ojek Online
RSPPU Jadi Harapan Baru untuk Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis di Jateng
Kolaborasi Jateng–Undip Siapkan Anak Muda Jadi Penggerak Demokrasi Daerah