Baca Juga: Ahmad Luthfi Lantik Pengurus KPPI Jateng, Ajak Perempuan Ambil Peran Strategis
“Perubahan dari program ini luar biasa, dan di luar program pemerintah daerah. Saya berharap Banyumas bisa menjadi contoh,” tambahnya.
Penanggung jawab program, Mayor CPN Yohanes Tito, menjelaskan, sistem pompa hidram dibangun berdasarkan survei teknis yang menunjukkan potensi besar Bendungan Gerak Serayu, yang memiliki debit air 21.000 liter per detik.
Air dialirkan melalui sodetan menggunakan pipa berdiameter 24 dan 25 inci menuju bak utama berukuran 10×4×2 meter.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Kemenkes, Jateng Sukses Tekan Stunting
Sebanyak 44 unit pompa hidram yang dipasang, menghasilkan total debit 109,72 liter per detik. Debit tersebut mampu mengairi 717 hektare sawah tadah hujan di tiga desa, yakni Pesawahan, Sidamulih, dan Tipar.
Tito menegaskan, seluruh sistem bekerja tanpa energi listrik, sehingga tidak menambah beban biaya masyarakat.
Sinergi Pemprov Jateng dan TNI AD dalam upaya memperluas akses air irigasi, diproyeksikan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu bertujuan mendukung tercapainya agenda ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani desa.
Usai peresmian pompa hidram, Gubernur Ahmad Luthfi didapuk menjadi narasumber dalam Apel Komandan Satuan Komando Kewilayahan (Dansatkowil) Terpusat Tahun 2025. (*)
Artikel Terkait
TNI dan Pemkab Jepara Wujudkan Sinergitas Pemerataan Pembangunan Melalui TMMD Sengkuyung Tahap III Resmi Dibuka Pj Sekda Jepara Ary Bachtiar
Semangat Efisiensi, Pemakaian Gas Bumi PGN di Kemenhan dan TNI Jalan Terus
Makodim 0719/Jepara Gelar Doa Lintas Agama, Simbol Persatuan di HUT ke-80 TNI
Proyek Infrastruktur Jateng Bisa Dibiayai Investor dengan Skema KPBU
Berkat Program Inovatif, Bunda PAUD Jateng Nawal Yasin Raih Penghargaan Nasional