Berkat Kerja Kolaboratif, Banjir Semarang Berangsur Surut

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Sabtu, 1 November 2025 | 17:19 WIB
Berkat Kerja Kolaboratif, Banjir Semarang Berangsur Surut (Istimewa for Pantura Network )
Berkat Kerja Kolaboratif, Banjir Semarang Berangsur Surut (Istimewa for Pantura Network )

SEMARANG, Pantura Network - Banjir yang melanda daerah Kaligawe Kota Semarang mulai berangsur surut. Hal itu tak lepas dari kerja-kerja kolaboratif dan komperehensif oleh banyak pihak.

Strategi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam menangani banjir agar dilakukan keroyokan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota nampaknya membuahkan hasil.

"Banjir di Kaligawe Semarang hari ini sudah turun 15 cm. Kita doakan nanti semuanya berkurang,” kata Ahmad Luthfi.

Dikatakan, upaya penanganan banjir di Kaligawe dilakukan sinergi mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kota, TNI, hingga elemen masyarakat. Sebab, penanganan banjir di daerah tersebut membutuhkan upaya komprehensif banyak pihak.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif di Jawa Tengah Tumbuh Pesat, Terbesar Kedua Nasional

Ia mencontohkan, genangan air di Kaligawe yang dialirkan ke Kolam Rentensi Temboyo perlu dibuang ke laut. Untuk membuangnya butuh operasional pompa yang banyak.

Maka dari itu, rapat koordinasi lintas sektoral dan langkah nyata sudah dilakukan beberapa hari lalu. Salah satu solusinya adalah penambahan kurang lebih 38 pompa untuk mengatasi banjir di Kaligawe.

"Ini adalah kerja kolaboratif yang harus kita lakukan bersama. Tanpa itu kita tidak bisa," tegas Ahmad Luthfi.

Baca Juga: Respons Cepat Pemprov Jateng, Genangan Banjir Semarang Turun 15 Cm dalam Waktu Singkat

Satgas pompanisasi penanganan banjir di Kota Semarang juga dibentuk. Tugasnya adalah memantau pompa-pompa yang tersebar di sejumlah titik.

"Jadi pompa-pompa yang sudah jalan mana, pompa yang perlu diperkuat mana, dan yang perlu modifikasi mana, sehingga secara terprogram itu terawasi, tidak dilepaskan apa adanya. Pompa itu kan mesin ya, mesin itu harus dijaga 1x24 jam, tidak bisa kita tinggal," tegasnya.

Di samping semua langkah komprehensif itu, upaya pencegahan banjir juga terus disosialisasikan. Di antaranya masyarakat diberikan pemahaman atau pendidikan terkait situasi iklim dan cuaca, serta kondisi riil wilayah rawan banjir.

Selain itu, upaya pencegahan di kawasan garis pantai juga dilakukan Pemprov bersama Kabupaten/kota. Di antaranya melalui program Mageri Segoro, yaitu menanam mangrove di 17 kabupaten/kota dengan panjang garis pantai sekitar 970 km.

Baca Juga: Kurang Dari 24 Jam Instruksi Ahmad Luthfi, Banjir Surut 15 Cm

Masayarakat juga dihimbau untuk membiasakan tidak membuang sampah di sungai dan sembarangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X