"Ekonomi kreatif ini tidak terikat waktu, tempat, maupun umur. Ekonomi kreatif ini sudah menjadi back bone-nya (tulang punggung) ekonomi Jawa Tengah," katanya.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng untuk menumbuhkan ekonomi kreatif.
Di antaranya dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku ekonomi kreatif, mengadakan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif, hingga dukungan sosialisasi dan sertifikasi HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual).
Pemprov Jateng juga menjembatani pembentukan kabupaten/kota kreatif di Jawa Tengah, mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kabupaten/kota, dan memberi ruang kepada pegiat ekraf untuk berekspresi, bersinergi, serta membangun jejaring melalui event secara regular.
Langkah terbaru adalah melalui program Kecamatan Berdaya. Di mana kecamatan dijadikan sentral pengembangan ekonomi kreatif yang mengakomodir pegiat ekraf di desa-desa yang ada di kecamatan tersebut. Saat ini terdapat 150 pilot project Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah.
"Kecamatan ditunjuk untuk kegiatan-kegiatan memberdayakan masyarakat. Termasuk kegiatan-kegiatan yang sentralnya di kecamatan untuk menampung ekonomi kreatif yang ada di desa. Di kecamatan kita gunakan untuk pembinaan ekonomi kreatif," jelasnya.
Dari sisi permodalan, lanjut dia, Bank Jateng juga siap memfasilitasi permodalam melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). (*)
Artikel Terkait
Investasi Pakistan di Jawa Tengah Fokus Kopi, Universitas, Rumah Sakit, dan Beasiswa
PLN UP3 Grobogan Gelar “GAGAK RIMANG” dalam Semangat Sumpah Pemuda: Jaga Keandalan, Wujudkan Listrik Andal untuk Negeri
Kurang Dari 24 Jam Instruksi Ahmad Luthfi, Banjir Surut 15 Cm
Dengan Semangat Hari Sumpah Pemuda, PLN UP3 Grobogan Laksanakan Gelar Personil dan Peralatan P2TL
Respons Cepat Pemprov Jateng, Genangan Banjir Semarang Turun 15 Cm dalam Waktu Singkat