"Dhawuh Mbah Kiai Maimoen Zubair, Jawa Timur dan Jawa Tengah harus nyawiji (bersatu). Jadi kalau Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) bilang puser, Beliau bilang Jawa Timur dan Jawa Tengah itu punjere Indonesia," ungkapnya.
Baca Juga: Wagub Jateng Tawarkan Potensi Wisata dan Industri kepada Negara Sahabat
Menurutnya, koneksitas antara Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat nyambung. Maka dari itu, kolaborasi dan kerja sama kedua provinsi untuk tumbuh bersama sangatlah penting. Seluruh elemen strategis di Jawa Timur dan Jawa Tengah diharapkan tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kemajuan bersama.
Salah satunya dalam bidang perekonomian, di mana dua provinsi tersebut termasuk yang terbesar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Tentu harapan kita sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur. Ini bentuk sinergi dan kolaborasi," jelas Khofifah. (*)
Artikel Terkait
Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Makanan dan Logistik untuk Sopir dan Warga Terdampak Banjir
Wagub Jateng Tawarkan Potensi Wisata dan Industri kepada Negara Sahabat
Gus Yasin: Santri Harus Jadi Generasi Pemimpin dengan Ilmu, Akhlak, dan Wawasan Bangsa
Dua Hari Terjebak Banjir, Sopir Truk Lega Dapat Bantuan Makan dari Pemprov Jateng
Kemacetan Jalur Demak-Semarang Terurai, Pemprov Jateng dan Kepolisian Atur di Titik Banjir