Tumbuhkan Ekonomi dan Turunkan Kemiskinan, KEK Kendal Jadi Percontohan Daerah Lain

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:51 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menghadiri acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025 di Pandanaran Ballroom Padma Hotel, Kota Semarang, Rabu malam (15/10/2025).. (Istimewa for Pantura Network)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menghadiri acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025 di Pandanaran Ballroom Padma Hotel, Kota Semarang, Rabu malam (15/10/2025).. (Istimewa for Pantura Network)

Baca Juga: Hemat Uang Saku, Anak SD Jepang Senang Dapat Makan Bergizi Gratis

Terkait penambahan kawasan industri, Ahmad Luthfi sudah mendorong agar bupati dan wali kota mengajukan kawasan industri baru. Arahan itu sudah dilakukan sebelum adanya peraturan dari kementerian terkait penambahan atau perluasan kawasan industri atau ekonomi khusus. 

Menurutnya, keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus akan memudahkan investor.

"Sudah ada bupati yang mengajukan, contohnya Banyumas, Cilacap, Kebumen, Demak, Semarang, Kabupaten Semarang. Kami dorong karena adanya kawasan ekonomi khusus itu, membuat mereka akan terintegrasi, perizinan akan satu pintu, fasilitas terkait ekspor impor dipermudah. Semua akan dipermudah dengan adanya kawasan industri," jelasnya.

Baca Juga: Jalan Weleri-Patean Diperbaiki, Warga Kendal Senang Infrastruktur Baru Membuat Lebih Nyaman

Dalam acara tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menerima penghargaan Dharma Arthapraja Utama. Penghargaan tersebut diberikan karena dukungan Gubernur dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus Kendal.

Selain itu, juga ada penandatanganan kerja sama antara Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Provinsi Jawa Tengah dengan lima perusahaan. 

Kelima perusahaan tersebut antara lain PT Royal Regent Indonesia, ⁠PT Polygroyp Manufactur Indonesia, ⁠PT Borine Technology Indonesia, ⁠PT Sakura Indonesia, dan ⁠PT Eclat Textile. 

Baca Juga: Dari Kesehatan hingga Ekonomi: Warga Pidodo Manfaatkan Layanan Speling dan Kube

Kerja sama ini terkait dengan link and match antara pelaku usaha atau perusahaan dengan dunia pendidikan dan pelatihan kerja di Jawa Tengah.

"Itu sudah otomatis untuk penyediaan tenaga kerja. Dari vokasi kita ciptakan, dari SMK, politeknik, dan BLK kita siapkan agar mereka dapat terserap di perusahaan yang menyediakan pekerjaan," kata Ahmad Luthfi. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X