Abrasi Parah di Pesisir Utara Jepara, Puluhan Hektar Lahan Hilang - Bupati Turun Langsung dan Bebaskan Pajak Warga

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:46 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo cek langsung Desa Bondo, Kecamatan Bangsri yang mengalami abrasi di setiap tahunnya, Rabu (15/10/2025). (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara, Witiarso Utomo cek langsung Desa Bondo, Kecamatan Bangsri yang mengalami abrasi di setiap tahunnya, Rabu (15/10/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gelombang abrasi yang terus menggerus pesisir utara Jepara kini kian mengkhawatirkan. Di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, laut perlahan menelan daratan hingga puluhan hektar lahan warga hilang tanpa sisa. Kondisi ini membuat Bupati Jepara, Witiarso Utomo, turun langsung ke lokasi pada pekan ini untuk meninjau dampak abrasi sekaligus mendengarkan keluhan warga yang terdampak.

Abrasi di kawasan Bondo bukan hal baru, namun dampaknya kini semakin luas dan meresahkan. Dari hasil pemantauan di lapangan, sedikitnya lima warga melaporkan kehilangan sebagian hingga seluruh lahan mereka akibat tergerus ombak.

“Dari hasil kunjungan, ada tanah warga yang terkena abrasi, bahkan sebagian sudah habis,” ungkap Bupati Witiarso saat berdialog dengan warga di lokasi, Rabu (15/10/2025).

Baca Juga: Warga Pidodo Kendal Antusias Sambut Program Speling dan Bantuan Kube

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan membebaskan pajak bagi warga yang lahannya telah hilang.

“Bagi yang lahannya sudah hilang, kita bebaskan dari pajak, karena memang tanahnya sudah tidak ada,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini mulai diberlakukan tahun ini. Pemkab juga tengah memverifikasi ulang data PBB agar lahan yang telah hilang benar-benar dihapus dari daftar wajib pajak.

Baca Juga: Dikunjungi Ahmad Luthfi, Warga Kendal Senang Jalan Diperbaiki: “Macet Sedikit Ndak Apa, Nanti Jalannya Bagus!”

“Tadi masih ada satu warga yang masih dikenai pajak, nanti akan kita selesaikan,” tambahnya.

Petinggi Desa Bondo, Purwanto mengungkapkan bahwa abrasi telah berdampak besar terhadap sektor pertanian. Banyak lahan produktif yang dulunya menjadi sumber penghidupan warga kini tak lagi bisa ditanami.

“Kalau dulu hanya beberapa hektar yang hilang, kini sudah puluhan hektar,” ujarnya.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Pimpin Penanaman Jutaan Bibit Mangrove Secara Serentak, Catatkan Rekor Muri

Purwanto menyebut, lahan yang hilang bervariasi antara 1.500 hingga 2.000 meter persegi per warga. Fenomena ini telah berlangsung sejak awal 2000-an, namun semakin parah dalam lima tahun terakhir.

Selain kehilangan lahan, sebagian warga yang tinggal di sekitar kawasan PLTU Tanjung Jati B juga berharap adanya kompensasi atas kerugian yang dialami.

“Warga mengusulkan ganti rugi sekitar satu juta rupiah per meter, tapi itu masih perlu dikaji bersama pihak terkait,” jelas Purwanto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X